Tangerang Pungut Retribusi dari Pendirian Menara

Senin, 13 Oktober 2008 | 11:47 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang: Pemerintah Kabupaten Tangerang akan memungut retribusi dari pendirian menara di wilayah itu. Retribusi dari Izin Mendirikan Menara (IMM) ini akan mulai diterapkan pada proyek pembangunan menara bersama yang kini tengah dalam tahap pembangunan.

"Ini akan menambah Pendapatan Asli Daerah dari sektor perizinan," ujar Kepala Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Kabupaten Tangerang Deden Sugandhi kepada Tempo, Senin (13/10).

Deden mengatakan, peraturan daerah yang akan mengatur retribusi itu kini sedang digodok. Selama ini menara yang dibangun hanya menggunakan Izin Mendirikan Bangunan.

"Itu pun banyak menara yang tidak dilengkapi IMB," katanya. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, dari 600 lebih menara yang ada saat ini, 30 persennya tidak memiliki IMB.

Menurut Deden, pemungutan retribusi pada pendirian menara dilakukan untuk menertibkan pembangunan menara dan menambah PAD. "Jika ini terlaksana Tangerang merupakan daerah yang pertama kali menerapkannya," ucapnya.

Deden menjelaskan, dalam sebuah menara terdapat aktivitas memancarkan dan menerima gelombang elektromagnetik. "Kegiatan itulah yang nantinya akan kita atur sedemikian rupa agar tidak berantakan," tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang pada awal Juni lalu telah meneken kerjasama dengan PT Benteng Bersatu. Sebanyak 240 menara akan dibangun hingga 2009 mendatang. Menara-menara itu akan digunakan secara bersama oleh sepuluh operator telepon seluler yang ada di Indonesia saat ini.

Direktur utama PT Benteng Bersatu Ahmad Damhuri mengaku optimistis pembangunan menara itu akan selesai sesuai target yang ditentukan. "Saat ini saja kami sedang ngebut mengerjakannya," tutur dia.

Menanggapi rencana Pemerintah Kabupaten Tangerang yang akan memungut retribusi dari izin mendirikan menara. "Tidak keberatan, justru kami mendukung karena daerah punya masukan tambahan dari kesepakatan kerjasama ini," kata Damhuri.

Joniansyah

Topik :






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: