close

Dinas Peternakan Tangerang Bantah Mutasi Virus Flu Babi

Kamis, 16 Juli 2009 | 14:12 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang - Dinas Peternakan Kabupaten Tangerang membantah dugaan jika kasus flu babi yang menyerang satu keluarga di Curug, Tangerang akibat dari mutasi virus flu burung H5N1 ke H1N1 atau flu babi.

"Tidak ada mutasi virus, dan itu belum terjadi," ujar Kepala Bidang kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Tangerang, Mawardi Nasution kepada Tempo, Kamis (16/7) hari ini.

Mawardi mengatakan kasus flu babi tersebut tidak ada hubungannya dengan unggas-unggas yang sakit di peternakan kawasan Curug yang pernah diperiksa oleh dokter hewan itu. Ia memastikan, W, 44 tahun dan anggota keluarganya tertular virus H1N1 dari sumber lain, bukan dari unggas.

Kepastian itu, menurut Mawardi, mereka dapatkan setelah melakukan pemeriksaan secara seksama terhadap unggas-unggas yang ada dikawasan itu. "Tidak ada unggas yang positif H5N1 maupun H1N1," katanya.

Mawardi meminta agar Dinas Kesehatan sebagai pihak yang menangani manusia terus melakukan surveiland dan mencari sumber penularan penyakit itu dengan menelusuri aktifitas pasien sebelum ia sakit.

Sebelumnya, Wakil Bupati Tangerang Rano Karno menduga kasus positif flu babi yang menyerang satu keluarga di Curug, Kabupaten Tangerang telah terjadi mutasi virus antara flu burung dan flu babi.

Rano menilai, kasus flu babi yang terjadi di Kabupaten Tangerang tergolong unik dan aneh. Jika kasus flu babi yang terjadi kebanyakan di Indonesia, menurut Rano, banyak yang tertular di luar negeri seperti kasus di Tangerang Selatan dan Bali.

Namun, kasus di Curug Kabupaten Tangerang justru timbul dari dalam wilayah. "Apalagi riwayatnya kontak dengan unggas yang sakit,"ucapnya. Rano khawatir jika dugaan tersebut benar berarti kondisi saat ini sudah semakin gawat. "Sangat mengkhawatirkan," kata dia.

JONIANSYAH

 

Info Grafis

  • Mari Kenali Flu Meksiko

    Jumlah pasien yang terjangkit virus flu babi (H1N1) di Indonesia terus bertambah. Hingga kemarin, menurut data dari Departemen Kesehatan, angkanya sudah mencapai 64 orang, terdiri atas 43 orang laki-laki dan 21 orang perempuan.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan