Harum Wangi Parfum Pesohor
Selasa, 10 November 2009 | 07:21 WIB
TEMPO Interaktif, Parfumnya tak biasa. Ada aroma apel bercampur persik, ada pula wewangian bergamot bercampur lemon. Parfum lain menawarkan aroma maskulin sandalwood dengan ylang-ylang yang feminin. Di botolnya ada nama Paris Hilton, Britney Spears, suami-istri Beckham, Hillary Duff, juga Danielle Steel!
Beberapa tahun terakhir, banyak selebritas bekerja sama dengan produsen parfum menghasilkan campuran wewangian khas yang disukai dengan label nama mereka di botolnya. Dari penyanyi, bintang film, sosialita, musisi, sampai para atlet terkenal. Penjualannya luar biasa karena para penggemar menyukainya.
Tren ini bukan hal baru. Dulu, pada 1930-an, Elsa Schiaparelli, desainer asal Italia, mendesain botol parfum yang mirip Mae West. Lalu, 20 tahun kemudian, Hubert de Givenchy menciptakan parfum untuk aktris Audrey Hepburn. Pada 1987, Elizabeth Taylor, yang karier layar lebarnya mulai pudar, berusaha dekat dengan penggemarnya dengan melansir parfum "Passion" yang dilanjutkan dengan "White Diamonds".
Pada awal 1990-an, rak-rak penjualan parfum boleh dipenuhi parfum rumah mode seperti Armani, Calvin Klein, Bvlgari, atau Estee Lauder. Tetapi, pada awal dekade ini, geliat parfum kembali menoleh ke Hollywood. Parfum pesohor memikat penggemar wewangian.
Kita ingat pada 2002, parfum "Glow by Jennifer Lopez" sukses besar, konon meraup keuntungan US$ 100 juta dalam setahun. Saat itu dia bintang yang meroket, disorot media untuk kisah asmaranya dengan Sean John "Puff Daddy" Combs. Kesuksesan Jennifer Lopez menjadi gelombang baru tren parfum selebritas. Britney Spears, Beyonce, dan selebritas lain mengikuti jejaknya.
Uniknya, justru sebagian besar ide produksi parfum selebritas bukan berasal dari selebritas itu sendiri, melainkan dari produsen parfum. Pesohor hanya memilih campuran wewangian yang mereka suka (kadang mereka yang meracik wewangian), memilih botol parfum, dan memberi izin label nama mereka di botolnya. Sekitar 5-10 persen dari penjualan parfum akan diperoleh sang pesohor.
Di akhir dekade ini, geliat parfum pesohor tampaknya belum akan pudar, pada 27 Mei lalu, FiFi Awards--penghargaan sekelas Academy Award untuk parfum--dibanderol oleh banyak selebritas. Gwen Stefani dan Puff Daddy, misalnya. Keduanya memenangi Fragrances of The Year untuk kategori Women's and Men's Luxe. "White Diamonds by Elizabeth Taylor" menggondol Fragrances Hall of Fame, sementara Paris Hilton meraih gelar Female Celebrity Fragrance of the Year.
Pewaris jaringan Hotel Hilton ini memang aktif dalam produksi parfum. Sejak 2004, dia telah mengeluarkan sembilan parfum berlabel namanya. Yang terakhir "Siren by Paris Hilton" baru diluncurkan akhir bulan lalu.
Di Indonesia, geliat parfum selebritas bisa dibilang tak ada. Poppy Dharsono pernah meluncurkan parfum yang kurang berhasil di pasar. Namun, akhir bulan lalu, Olla Ramlan, pemain sinetron dan model yang sempat meroket dengan iklan "Pagi, Donna.."-nya Nescafe, mencoba peruntungan di jalur wewangian ini. Olla meluncurkan parfum "The Woman" dengan namanya.
Parfum "The Woman" milik Olla cenderung lembut. Wewangian lili, mawar bercampur musk menjadi pilihan Olla. Alkoholnya tidak sebanyak parfum umumnya, tetapi kadar minyak wanginya lebih banyak 5 persen. Hasilnya, aroma feminin yang tak menyengat. Bisa dipakai untuk segala kesempatan.
Sayangnya Olla agak enggan menyebutkan dengan produsen parfum mana dia bekerja sama. Wanita berdarah Dayak ini hanya bilang, "Bekerja sama dengan perusahaan asal Prancis yang juga memproduksi parfum untuk Sarah Jessica Parker."
Kalau itu benar, dari penelusuran, Coty Prestige adalah perusahaan yang dia maksud. Coty adalah perusahaan parfum selebritas terbesar dunia yang menghasilkan parfum untuk Sarah Jessica Parker, Jennifer Lopez, Celine Dion, dan banyak nama lainnya.
Untuk peluncuran awal, Olla memproduksi 100 ribu botol, yang tersedia di gerai C&F Perfumery. Botolnya mirip bentuk berlian dengan banyak sisi. Menurut Olla, banyaknya sisi itu menampilkan banyaknya peran yang harus dimiliki "The Woman", yakni sebagai istri, ibu, anak, dirinya, dan peranan lain seorang wanita.
Dengan harga Rp 387 ribu untuk 125 mililiter parfum, The Woman memberikan tawaran harga yang menarik. Sebagai pembanding, Parfum "Heiress by Paris Hilton" saja dihargai Rp 550 ribu untuk 100 mililiter.
Tahun ini, "White Diamonds by Elizabeth Taylor" memenangi Fragrances Hall of Fame dalam FiFi Awards. Dengan penjualan melebihi US$ 1 miliar dan sebuah penghargaan parfum Elizabeth Taylor bisa disebut parfum pesohor sepanjang masa. Apakah Olla bakal mengikuti jejaknya di Indonesia? Kita lihat saja.
AMANDRA MUSTIKA MEGARANI





Komentar Anda :