|
Kesehatan
Buah Mahoni, Tingkatkan Vitalitas dan Penyembuhan
Selasa, 11 Januari 2005 | 22:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pohon mahoni selama ini dikenal sebagai bahan untuk bikin segala bentuk furniture atau sebagai penyejuk jalanan kota-kota besar. Sedangkan buahnya, dibiarkan jatuh berguguran di sepanjang Jalan Sudirman, Jakarta.
Tapi, di Malaysia justru memanfaatkan buah mahoni atau sky fruit untuk vitamin dan obat-obatan alami. Di negeri jiran disebut Sky Fruit karena buahnya menunjuk ke arah langit.
Penemuan buah mahoni sebagai vitamin dan obat-obatan pertama kali oleh Doktor Larry Brookes, ahli bio kimia pada tahun 1990-an. Lalu buah mahoni yang mengandung Flavonolds dan Saponins dibuat dalam bentuk extract.
Kandungan Flanovolds berguna untuk melancarkan peredaran darah, terutama untuk mencegahnya tersumbatnya saluran darah, mengurangi tingkat kolesterol, mengurangi penimbunan lemak pada dinding saluran darah, membantu mengurangi rasa sakit, pendarahan dan lebam, bertindak sebagai anti oksidan dan berfungsi menyingkirkan radikal bebas.
Sedangkan Saponins berguna mencegah penyakit sampar, mengurangi lemak badan, meningkatkan sistem kekebalan, mencegah pembekuan darah dan tingkat gula dalam darah, serta menguatkan fungsi hati dan memperlambat proses pembekuan darah.
Dalam bentuk ekstrak, dijual oleh XKL-Care, masuk ke Indonesia sejak Oktober lalu. Sampai awal Januari, menurut Aropah, seorang agen XKL di Jakarta Selatan sudah terjual 10.000 boks. "Memang perkembangannya sangat pesat, karena memang bagus untuk yang terkena stroke tingkat I, diabetes hipertensi sampai meningkatkan gairah seksual,"katanya berpromosi.
Ekstrak yang dijual di Jakarta juga dalam berbagai bentuk, mulai dari kapsul, serbuk fiber, juice premix, essensial oil buat membesarkan payudara dan penghalusan kulit, serbuk teh kopi sampai serbuk kopi instant. "Kopinya tidak bermasalah untuk penderita diabetes dan hipertensi,"kata Aropah dalam pengenalan produk Selasa (11/1)di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.
XKL-Care kini sedang semangat mengembangkan usahanya, merangsek pasar Indonesia. Jumat ini (14/1) pengenalan produk dilanjutkan, sedangkan Minggu (16/1) di sebuah Hotel berbintang di Bandung, akan digelar seminar kesehatan mendatangkan ahli-ahli kesehatan, dokter-dokter dan farmasi dari dalam dan luar negeri. "Kami berharap masyarakat Indonesia mendapatkan manfaat dari penemuan ekstrak ini,"ujar Aropah.
Ahmad Taufik
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|