Korban Polio Tak Boleh Keluar dari Sukabumi
Senin, 09 Mei 2005 | 22:58 WIB
TEMPO Interaktif, Sukabumi:Penanganan penyakit polio di Desa Girijaya Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi diwarnai aksi adu mulut antara aparat pemerintah setempat dengan LBH Kesehatan. Adu mulut terjadi saat LBH Kesehatan akan membawa warga yang diduga menderita penyakit polio ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Adu mulut terjadi sekitar lima belas menit. Bahkan, cekcok tersebut nyaris menjadi adu jotos saat seorang petugas kecamatan akan melakukan pemukulan terhadap salah seorang aktivis LBH Kesehatan. Aksi tersebut tidak terjadi karena sejumlah warga dan pamong Desa Girijaya berhasil menenangkan massa.
Namun demikian, aktivis LBH Kesehatan akhirnya berhasil membawa tiga anak yaitu Muhammad Lutfi (8 bulan), Fitriani (7 tahun), dan Ismail (4 tahun). LBH Kesehatan membawa korban yang diduga polio tersebut bersama dengan para orangtuanya menggunakan angkutan umum, colt L-300 jurusan Sukabumi-Bogor.
LBH Kesehatan menganggap penanganan kasus polio terhadap para korban yang dilakukan pemerintah setempat belum optimal. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya keluhan para orangtua korban kepada LBH Kesehatan. Para aktivis itu juga mengaku berani membawa ketiga korban karena sudah mendapatkan ijin dari orangtuanya. Mereka mengancam jika tidak mengijinkan akan mengadukan masalah ini ke Kepolisian Daerah Jawa Barat karena sudah melanggar hukum.
LBH Kesehatan juga mensinyalir pihak Pemkab Sukabumi menutup-nutupi data penderita polio di Sukabumi. Berdasarkan hasil survei lapangan LBH Kesehatan, data penderita polio ada 41 orang. Namun, data yang dicantumkan di Posko Penanganan Polio hanya 12 orang.
Menurut Camat Cidahu, Rosyid Rusdi, pihaknya menghalangi LBH Kesehatan membawa korban ke luar Sukabumi hanya untuk menjalankan perintah pimpinan. "Perintah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, anak yang diduga menderita polio tidak diijinkan dibawa ke luar wilayah Sukabumi,"katanya. Selain itu juga dipertegas oleh instruksi dari Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Kabupaten Sukabumi.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, dr. Buhono Thahadibrata, Bupati Sukabumi mengimbau supaya warga yang diduga menderita penyakit polio tidak dibawa ke luar Sukabumi. Karena, penanganan polio di Kabupaten Sukabumi dinilai sudah cukup. "Penanganan korban polio masih bisa dilakukan di Sukabumi, tidak perlu dibawa ke luar sukabumi,"ujarnya.
Deden Abdul Aziz






Komentar Anda :