Posko Pengobatan Chikungunya Didirikan di Asembagus

Selasa, 13 Desember 2005 | 22:57 WIB

TEMPO Interaktif, Situbondo:Mewabahnya penyakit chikungunya, yang menyerang ratusan warga di tujuh Dusun di Desa Wringin Anom Kecamatan Asembagus, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo mendirikan posko pengawasan darurat. Posko didirikan di Balai Desa Wringin Anom itu, untuk mengantisipasi mewabahnya penyakit Chikungunya dan ISPA. "Posko itu untuk memberikan pengobatan gratis serta untuk mengetahui perkembangan penderita itu,"kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Situbondo, drg Salehin.

Yang akan bertugas untuk memberikan pengobatan gratis, adalah petugas dari Puskesmas Kecamatan Asembagus. Petugas itu akan memantau perkembangan para penderita. "Bahkan juga akan segera mengirim sample darah para penderita ke Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Surabaya agar diketahui secara pasti penyakit yang diderita oleh ratusan warga Desa Wringin Anom itu,"kata Salehin.

Selain itu, rombongan Dinas Kesehatan Situbondo itu juga langsung melakukan fogging atau pengasapan terhadap beberapa rumah penduduk, juga kandang dan tempat-tempat pembuangan kotoran sapi milik warga sekitar.

Dinas Kesehatan melakukan pengobatan gratis terhadap para penderita, yang diduga penyakit demam chikungunya di Dusun Krajan Desa Wringin Anom. Sejumlah petugas Dinas Kesehatan juga mendiagnosa beberapa warga di Dusun Krajan Desa Wringin Anom. "Hasil diagnosa sementara terhadap 6 penderita, mereka tidak terjangkit dengan penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegepty atau yang disebut dengan demam chikungunya. Tetapi terjangkit dengan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut,"kata Kepala Puskesmas Asembagus dr. Sindiyana

Sebelumnya, sebanyak 500 warga yang tersebar pada tujuh Dusun Desa Wringin Anom Kecamatan Asembagus Situbondo, dalam sepekan terahir terserang penyakit demam chikungunya, dengan tanda-tanda awal nafsu berkurang, kakinya mengalami pembekakan. Bahkan para penderita seluruh persendiannya menjadi kaku dan sulit untuk digerakkan.

Mahbub Djunaidy

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: