close

Korban Susu Cina Melonjak 53.000 Bayi

Senin, 22 September 2008 | 14:56 WIB

TEMPO Interaktif ,  Beijing: Jumlah bayi Cina yang sakit akibat produk susu yang terkontaminasi Melamine melonjak menjadi 53.000 anak. Hal ini disampaikan pemerintah yang akan bertanggungjawab dalam skandal terburuk kesehatan dan makanan Cina tahun ini.

 

Menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Cina, 80 persen lebih dari 12.892 anak dirawat di rumah sakit dalam beberapa pekan terakhir dengan usia dua tahun atau kurang. “Empat anak tewas dan 104 lainnya dalam kondisi serius.”


Sedangkan 39.965 anak lainnya menerima perawatan dari rumah sakit dalam proses pemulihan ke kondisi yang lebih baik. Menteri kesehatan mengatakan bahwa kebanyakan anak sakit karena mengkonsumsi susu formula dari satu perusahaan di Shijiazhuang Sanlu Group Co. perusahaan susu yang menjadi pusat skandal. “Belum ada kasus untuk susu cairnya,” ujar Menteri.


Sementara Pemerintah Singapura menemukan bahan kimia melamine di produk lainnya di permen susu merek White Rabbit. Dalam dua pekan ini akan ada penarikan 22 produk berbahan susu yang kemungkinan terkontaminasi melamine. Melamine yang digunakan untuk bahan pembuatan plastik, bisa menyebabkan gagal ginjal.


Di Hongkong, seorang anak usia tiga tahun yang telah mengkonsumsi permen susu Yili setiap hari selama 15 bulan, diantar orangtuanya memeriksakan ke rumah sakit. Padahal, permen Yili termasuk dari 22 produk yang terkontaminasi Melamine. Sementara Yili menyatakan akan membayar seluruh pengobatan gadis tersebut karena mengkonsumsi produknya.


Pemerintah Singapura dan Jepang telah meminta 22 produk dari Cina yang terdaftar segera ditarik ulang. Sementara Malaysia dan Brunei Darussalam melarang produk itu masuk negara mereka.


AFP| Times| Nur Haryanto

 







  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [2] :

  • Expose mereknya

    susu berbahaya, tapi kenapa selalu tidak pernah di expose merek2nya, lebih fair bagi masyarakat kalo dibeberkan semua produk2 cina yang berbahaya tersebut.

  • Memang sebaiknya asi saja

    indonesia bagaimana? selalu saja ketinggalan merespons.

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan