Tangisan Bayi Meniru Bahasa Ibu
Senin, 09 November 2009 | 18:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Bayi usia tiga hari ternyata sudah bisa meniru bahasa ibu mereka, lewat suara tangisan. Para peneliti Jerman mengatakan, bayi sudah bisa menangkap aksen orang tua mereka sejak berada dalam kandungan.
Mereka meneliti tangisan 60 bayi sehat usia 3-5 hari dari keluarga yang sehari-hari berbahasa Perancis dan Jerman. Peneliti menemukan ada perbedaan yang jelas pada bentuk melodi tangisan bayi, yang berhubungan dengan bahasa ibu mereka. Bayi Perancis umumnya menangis dengan aksen suara yang meninggi, sementara bayi Jerman menangis dengan aksen suara yang menurun.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology ini, disebutkan bisa jadi para bayi mencoba membuat hubungan dengan ibu mereka dengan cara meniru suara ibu. Peneliti mengatakan bayi hanya membutuhkan sistem pernafasan-laringeal yang terkordinasi dengan baik, untuk meniru kontur melodi dan bukan kontrol suara yang baru akan berkembang kemudian hari.
Para bayi ini sangat dipengaruhi oleh suara dari bahasa pertama yang mereka dengar yang menembus kandungan. Telah diketahui janin bisa mengingat suara dari dunia luar sejak tiga bulan pertama kehamilan. Mereka juga sangat sensitif akan kontur melodi baik dari suara musik atau suara manusia.
Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa bayi bisa menyesuaikan bunyi vokal yang diucapkan orang dewasa, sejak baru berusia 12 minggu. Kathleen Wermke dari University of Wurzburg, yang memimpin penelitian ini mengatakan, “Temuan dramatis ini, tak hanya bahwa bayi baru lahir bisa menciptakan melodi tangisan yang berbeda, tapi mreka juga bisa memilih untuk memproduksi pola melodi tertentu yang sebenarnya adalah bahasa yang mereka dengar sejak masih janin.”
Lebih jauh Wermke mengatakan, bayi baru lahir, sangat termotivasi untuk meniru perilaku ibu mereka untuk menarik hati ibu dan membuat ikatan dengannya. “Bertentangan dengan interpretasi ortodoks, data ini mendukung pentingnya tangisan bayi, untuk meneliti perkembangan bahasa manusia.” BBCNEWS





Komentar Anda :