Cuaca Memicu Serangan Jantung
Selasa, 10 November 2009 | 18:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Temperatur yang ekstrim dan polusi berat meningkatkan risiko serangan jantung, demikian hasil sebuah penelitian berskala besar di Inggris. “Kondisi ini juga membahayakan tubuh dengan cara yang berbeda-beda,” kata Dr. Krishnan Bhaskaran pemimpin penelitian dari London School of Hygiene and Tropical Medicine.
Sejumlah penelitian terdahulu pernah mencari hubungan antara perubahan suhu
udara dengan berbagai sebab kematian termasuk serangan jantung. Penelitian
Bhaskaran mencoba lebih fokus pada masalah suhu udara dan polusi yang memicu
serangan jantung pada mereka yang berisiko tinggi.
Dalam dua laporan terpisah, penelitian melibatkan 19 orang partisipan dalam
masalah suhu udara dan serangan jantung. Sementara penelitian hubungan polusi
dan serangan jantung melibatkan 26 orang.
Dalam 12 studi temperatur yang mengumpulkan data di musim dingin, delapan studi
menunjukkan peningkatan risiko serangan jantung saat suhu udara terendah.
Sementara tujuh dari 13 penelitian yang melihat efek suhu hangat menemukan
risiko serangan jantung meningkat di hari dengan suhu tertinggi.
Bhaskaran dan koleganya menyimpulkan, orang yang tinggal di daerah dingin
mungkin punya kemampuan lebih baik dalam menyesuaikan diri dengan temperatur.
Tapi hari yang panas membuat angka serangan jantung meningkat, tak masalah itu
terjadi di Swedia atau di Brazil.
Bhaskaran menjelaskan dalam jurnal Heart edisi November 2009, di kota yang
umumnya terjadi 10 kasus serangan jantung per hari, berdasarkan penelitian akan
ada tambahan satu atau empat kasus serangan jantung di hari terpanas atau
terdingin. REUTERS





Komentar Anda :