Femmy Permatasari Evakuasi dengan Kontainer

Jum'at, 09 Februari 2007 | 10:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Rumah Femmy memang terletak di tempat yang lebih tinggi ketimbang rumah-rumah lain, tapi air di luar sudah mencapai leher orang dewasa.

"Saya memikirkan anak-anak," katanya. Bersama suaminya, Femmy memutar otak agar mereka bisa keluar dari kepungan banjir. Untunglah, ide itu cepat datang. Dia mengontak temannya yang punya jasa angkutan kontainer. Jadilah, seluruh keluarganya mulai dari anak-anak, orang tuanya, adik, keponakan dan baby sitternya dievakuasi dengan kontainer menerjang banjir.

Tak seperti korban banjir yang mengungsi di pinggir-pinggir jalan hanya beratapkan terpal, Femmy, 32 tahun memilih mengungsi ke sebuah hotel. Saat itu semua kamar ternyat juga telah penuh oleh para pengungsi kaum elit lainnya. "Untung saya menjadi member di sana, syukurlah mendapat prioritas."

Karena posisi rumahnya yang relatif tinggi dan air bersih masih mengalir, rumah Femmy menjadi tempat untuk menumpang mandi dan mengambil air bersih oleh para tetangganya yang lain. "Nggak apa-apa kok, justru saya merasa bersyukur bisa membantu mereka," katanya pada Tempo lewat sambungan telepon.

HADRIANI P






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: