Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Nasional  
  Ekonomi&Bisnis  
  Hukum  
  Kriminal  
  Pendidikan  
  Kesehatan  
  Iptek  
  Luar Negeri  
  Nusa  
  Jakarta  
  Indikator
  Opinet  
  Majalah  
  Koran  
 
   

Penyelidikan Mutilasi Kembali ke Titik Nol
Rabu, 18 Juli 2007 | 22:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Proses penyelidikan kasus penemuan mayat korban mutilasi di belakang pasar Klender, Jakarta Timur, terpaksa kembali ke titik nol. Keyakinan penyidik bahwa korban adalah Asep Ridwan Saefulloh ternyata salah besar.

Asep, siswa kelas IV SD Al-Hikmah, Kiara Condong, Bandung, hari ini, Rabu (18/7), ditemukan keluarganya dalam keadaan hidup dan segar bugar. "Kami akan mulai lagi dari nol," ujar Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Cakung, Inspektur Satu Bambang Tjipto, ketika dihubungi Tempo. “Target penyelidikan polisi secara otomatis akan berubah.”

Mayat mutilasi ditemukan di belakang pasar Klender pada 9 Juli lalu. Jasad korban terbagi dua, dengan organ tubuh bagian dalam tak lagi lengkap. Hasil visum tim dokter forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menjelaskan, korban kerap disodomi sebelum dibunuh.

Mulanya, atas kesaksian keluarganya, korban diyakini bernama Asep Ridwan Saefulloh. Identitas korban diketahui keluarganya melalui tayangan televisi. Awangsih, ibu korban, segera mendatangi RCSM ditemani Kepolisian Sektor Cakung pada tanggal 11 Juli.

Setelah melihat potongan-potongan tubuh korban, Awangsih merasa yakin mayat itu adalah Asep. "Saya tahu, karena ada bekas luka jahitan di mata kaki sebelah kiri," ujar Warga Rt 01/06, Kiara Condong, Bandung itu. Jasad “Asep” kemudian dibawa pulang dan dikebumikan di Bandung.

Polisi pun bergerak cepat. Jejak Asep ditelusuri, dan target tersangka pun mulai tampak dalam titik bidik petugas. Lalu kabar menggembirakan itu datang. "Asep masih hidup," ujar Awangsih ketika dihubungi. Sayang, ia tidak bisa menjelaskan kronologi penemuan Asep. "Yang tahu Suami saya," ujar dia.

Menurut keterangan suaminya, Asep ditemukan dalam kereta api jurusan Purwakarta-Jakarta oleh Kusnadi (ayah kandung Asep), Kamaludin (ayah tiri Asep), Ege Juanda (tetangga), dan Jasiman (kakak Kusnadi). Sedianya, mereka berempat akan memenuhi panggilan polisi sektor Cakung, Jakarta Timur, untuk memberikan keterangan dalam kasus ini.

Mendengar kabar tersebut, kata Bambang, polisi sektor Cakung langsung meluncurkan sejumlah personilnya ke Bandung. "Kami akan periksa benar-tidaknya informasi itu," ujar dia.

Jika benar, Bambang mengimbau kepada pihak keluarga yang merasa kehilangan anaknya untuk melapor pada polisi. Saat ini, proses identifikasi korban hanya bisa dilakukan melalui bantuan foto.
Riky Ferdianto


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Terus Memburu Tersangka Pelaku Mutilasi
Jenazah Korban Mutilasi Dimakamkan
Identitas Korban Mutilasi Diketahui
Polisi Sebar Foto Bocah Korban Mutilasi
Mayat Korban Mutilasi Ditemukan di Tempat Sampah
Pelaku Mutilasi Poso Divonis 20 Tahun
Sidang Putusan Kasus Mutilasi Siswi Poso Molor
Terdakwa Mutilasi Siswi Poso Dituntut 20 Tahun Penjara
Wanita Tanpa Kepala Ditemukan di Bekasi
Warga Ingin Sutini Dihukum Mati
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk103982 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Menteri Pertanian Optimistis Indonesia Ekspor Beras Tahun Depan
Solar Langka di Tegal
Kemarau Tiba, Petani Cilacap Kekurangan Air
Tarif Hotel Akan Naik 20 Persen
Tersangka Pengelapan Pajak Bisa Bertambah

<< July,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data