close

Warga Pakistan Aniaya Perempuan

Jum'at, 22 Agustus 2008 | 11:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Seorang wanita mengalami luka-luka setelah dianiaya lelaki warga Pakistan di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat tadi malam. Penganiayaan itu diduga karena masalah pinjam meminjam surat kepemilikan kendaraan.

Korban bernama Camelia Exta, 33 tahun, warga Jalan H. Ung, Kemayoran, Jakarta Pusat, mengalami memar di pipi, bahu, dan dahi kirinya. Sebelumnya, sekitar pukul 20.00 Kamis malam kemarin, Camelia dipukuli M Akasya, lelaki berkebangsaan Pakistan.

Berdasarkan data Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, penganiayaan itu terjadi dalam mobil Corona B 2342 X yang tengah meluncur di Jalan Letjen Suprapto. Di dalam mobil, Camelia rupanya menagih surat bukti kepemilikan kendaraan (BKPB) milik ibunya yang dipinjam Akasya.

Surat yang dipinjam Mminta antara lain BPKB Toyota corona B 2342 X dan Daihatsu Xenia B 8643 PQ, yang dipinjam Akasya. Kemudian mereka terlibat pertengkaran hebat, tepat di depan Hotel Grand Cempaka.

Dalam mobil, Akasya memukuli korban dengan tangan kosong dan sepatu. Akibatnya pipi, dahi dan bahu kiri Camelia memar. Setelah dianiaya, Camelia melaporkan kejadian itu pada polisi.

FERY FIRMANSYAH

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [1] :

  • Tak takut hukum indonesia

    Contoh kecil dan sederhana diatas bisa menggambarkan betapa seorang berkebangsaan asingpun tak segan2 bertindak semaunya/melanggar hukum di negeri ini. mereka tak takut lagi akan hukum di Indonesia karena bisa diselesaikan setengah kamar,dll. coba kalau WNI yg berbuat sedemikian di Malaysia, singapura, AS, Arab dll pasti sudah di CAMBUK, GANTUNG, ATAU pENJARA PENUH SISKSAAAN.

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan