close

'Ilusi Negara Islam' Diperdebatkan, Gramedia Bantah Diancam  

Selasa, 19 Mei 2009 | 18:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Penerbitan buku berjudul Ilusi Negara Islam, tampaknya akan menuai kontroversi. Saat ini telah beredar berita ancaman pembakaran terhadap toko buku yang menjual buku tersebut, melalui sms.

Ilusi Negara Islam Namun Bambang Nuryono, Humas dan HRD Kompas-Gramedia mengaku belum tahu tentang buku tersebut. “Pertama, justru saya baru tahu ada judul buku itu,” katanya saat dihubungi Tempo, Selasa (19/5). “Dan pertama kali juga saya tahu bahwa ada ancaman beredar,” imbuhnya.

Hal yang sama diungkapkan Alvin, Supervisor Penjualan Toko Buku Gramedia-Matraman. Ia mengatakan, saat ini di toko buku tersebut belum ada buku Ilusi Negara Islam. “Belum ada di Gramedia,” katanya.

Bambang malah balik bertanya dan meminta penjelasan tentang sms yang berbunyi, “Gramedia diancam akan dibakar jika jual buku Ilusi Negara Islam. Gramedia lalu mengembalikannya ke Wahid Institute.” Sms tersebut diterima Tempo sekitar pukul 17.00.

Ditanya mengenai antisipasi yang akan dilakukan Gramedia terhadap ancaman itu, Bambang mengatakan pihaknya belum bisa membayangkan langkah yang akan ditempuh. “Kami belum bisa membayangkan akan ngapain sebab baru dengar kabar ini pertama kali,” katanya. “Terima kasih juga atas informasinya,” pungkas Bambang.

Sebelumnya, di situs http://politikana.com, pembahasan mengenai buku ini menjadi berita utama website tentang politik tersebut. Penulis tamu di situs itu, Roby Muhammad berbagi alamat tempat mengunduh buku Ilusi Negara Islam. Sejauh ini, tanggapan terhadap tulisan tersebut sudah mencapai 140 komentar.

Buku Ilusi Negara Islam berisi hasil penelitian yang antara lain melibatkan oleh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Syafii Maarif, KH. Mustofa Bisri ini membahas tentang gerakan Islam ekstrim global yang harus diwaspadai.

HAYATI MAULANA NUR

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [43] :

  • 99% lulus un 2010

    gmn varanya

  • Pancasila = hasil kristalisasi nilai-nilai baik dari budaya-budaya di indonesia.

    Jangan biarkan Pancasila dirobek-robek oleh pandangan yang salah. Indonesia yang berlandaskan Pancasila =kumpulan harmoni budaya, suku, agama, ras, bahasa dari Sabang sampai Merauke; jadi, tak ada tawar-menawar untuk hal itu.

  • Jangan ubah nkri menjadi tempat adu jotos

    Jaman gene masih intimidasi-intimidasi-an? Ga jamannya lageee. Emang negara ini milik nenek moyangku sendiri? Atau jangan2 kita2 berpikir bahwa yang berjuang merebut kemerdekaan Indonesia hanya golongan atau kelompok tertentu aja kali yee????

  • Pak dl yang sudah baca bukut itu

    "...Saya sepakat bahwa hasil penelitian tersebut..."
    Pak DL yakin itu hasil penelitian? yakin kalo peneliti-peneliti itu membuat kesimpulan seperti yang ditulis di buku itu...!!!???

  • Baru baca prolog dah bingung

    Saya baru baca prolog dari Pak Syafi'i Ma'arif dibuku itu. Beliau bilang, [..perlawanan rakyat/jihad..] di Palestina, Kashmir, Afghanistan dn Iraq itu PRAKTIK BIADAB yang tidak boleh ditiru oleh umat Islam Indonesia..... aneh..!?? melawan penjajah kok dibilang BIADAB. Waktu bangsa ini melawan penjajah yang notabene mayoritas muslim BIADAB dong pak !? Apakah setiap perlawanan terhadap penjajahan kufar dan yang merugikan kufar itu BIADAB YA PAK ?? Saya pikir ini kayak syndrome jenggot ya!?, Istilahnya mereka yang memelihara jenggot masih wajar kalo kebakaran jenggot. Tapi orang-orang ini yang alergi terhadap jenggot karena mereka bilang jenggot budaya lokal Arab, kok kebakaran jenggot juga... sungguh phobia yang dramatis, entah phobi terhadap Islam atau ada syndrome lain.

1 2 3 4 5 6 7 8 9
Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan