"Ini justru memperburuk citra rumah sakit dan menunjukkan arogansi."

">
close

YLKI : RS Omni International Arogan

Sabtu, 30 Mei 2009 | 18:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta :Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menilai langkah Rumah Sakit Omni International Alam Sutra Tangerang memperkarakan Prita Mulyasari sebagai tindakan arogansi. "Ini justru memperburuk citra rumah sakit dan menunjukkan arogansi," ujar Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, hari ini.

Manajemen rumah sakit, kata Tulus, seharusnya mengajak bicara konsumen dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan tidak perlu sampai pengadilan. Dalam sengketa konsumen, meja hijau merupakan langkah terakhir jika konsumen tidak kooperatif atau jalan lain sudah buntu. "Langkah Omni defensif dan kontraproduktif, mereka tidak punya manajemen yang baik," kata Tulus.

Tulus juga menyayangkan tindakan Kejaksaan Negeri Tangerang yang menahan Prita Mulyasari di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang sejak 13 Mei lalu. "Aksi ini berlebihan."

YLKI baru mengetahui kasus yang dialami Prita dan segera akan memonitor untuk melihat adanya pelanggaran terhadap hak konsumen dari kasus ini. "Kami baru tahu kasusnya kemarin dan akan terus kami monitor," jawabnya.

RS. Omni International Alam Sutra Tangerang memperkarakan Prita yang mengeluhkan pelayanan RS Omni International melalui surat elektronik yang kemudian menyebar ke berbagai mailing list di dunia maya. Warga Vila Melati Mas Residence Serpong ini dituduh mencemarkan nama baik rumah sakit dan dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sebelumnya Prita sudah diputus bersalah dalam pengadilan perdata.

Pihak RS. Omni International menolak ketika dimintai konfirmasi oleh Tempo Rabu lalu. Seorang petugas rumah sakit, Wati, mengatakan Manajer Pelayanan RS Omni, Grace sedang tidak ada di tempat. Wati meminta Tempo menghubungi kuasa hukum rumah sakit itu yang bernama Hadi."Semuanya sudah kami serahkan ke legal, silakan hubungi dia,"kata Wati seraya memberikan nomor telepon seluler Hadi.

Hadi pun enggan memberi penjelasan saat dihubungi. "Nanti saja hubungi saya lagi," katanya sambil menutup telepon. Namun ketika kembali dihubungi berkali-kali telepon selulernya tidak diangkat. Pesan pendekpun tidak dibalasnya.

VENNIE MELYANI

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [60] :

  • Rs omni tidak profesional !!!!

    Adalah hak Ibu Prita untuk beropini/komplain tentang service yang dia terima dan itu merupakan kesempatan Rs Omni untuk untuk menunjukan profesionalisme dgn merespon secara cepat dan tepat. Sayangnya respon yang mereka berikan sangat tidak tepat, tidak profesional dan hanya menggunakan EGO, bukan logika.
    Jadi, jangan salahkan orang lain, Manajemen OMNIlah uang merusak nama sendiri(Bukan Ibu Prita).
    Untuk Jaksa dan Hakim, tanggung jawab anda adalah menegakkan kebenaran BUKAN MEMBENARKAN YANG BAYAR!! jangan menyalah-gunakan kekeuasaan, kekuasaan hanya sementara. Allah kelak akan membalas perbuatan kalian.

  • Rumah yang "sakit"

    Rumah Sakit O.....I memang keterlaluan

    Haduhh.... Terlalu..

    rumah bagi "orang sakit" yang merawat orang sakit.

  • Rumah sakit

    ada apa dgn rumah sakit di negara kita tercinta .... bukan cuma di omni tapi gw perhatikan hampir semua rumah sakit di indonesia tercinta. tolong rubah lah , masak rumah sakit untuk bantu orang sakit , malah di jadikan mesin cetak uang... Ya ALLAH , ampuni dokter2 di negeri indonesia tercinta ini.

  • Amitaba

    yang berduit keukeuh mungkin karena gengsi, yang menderita sungguh memprihatinkan, amitaba...semoga persoalan ini berakhir dengan damai....hidup didunia hanya sementara, perjalanan kita masih panjang...

  • Hukum yg mana nih???

    #
    Biar hukum yang berbicara

    Jangan banyak omong bila tidak tahu
    silahkan berbicara langsung dnegan saya

    SUKENDRO - PRESDIR OIH Serpong Tangerang 08161327938

    -- Sukendro, OIH Serpong Tangerang, 03/06/2009 16:14:37 wib


    hahahaha...hukum yg mana ceuy???hukum yg bisa ente beli??
    ga usah lah nutupin yg udah jelas2 salah.toh mank seperti itu kenyataannya.. jujur pada diri sendiri, sebenarnya hati kecil kalian semua tuh udah menyatakan kalo itu salah..dasar otak kalian aja semua yg udah ditutupi ama ego kalian...sadar sebelum terlambat...

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan