close

Satu Keluarga Dokter Hewan Diserang Flu Meksiko

Rabu, 15 Juli 2009 | 17:01 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang- Satu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan dua anak di Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang terkena serangan virus flu Meksiko (H1N1).

”Hasil pemeriksaan labaroatorium Departemen Kesehatan mereka positif H1N1,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hani Haryanto kepada Tempo, Rabu (15/7).

Hingga berita ini ditulis, keluarga itu masih dirawat diruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang. Mereka adalah W (44), I (38), R (4) dan L (14). W merupakan seorang dokter hewan dan Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

Hani mengatakan, sebelumnya W ditugaskan untuk memeriksa unggas yang sakit disebuah peternakan ayam di kawasan Curug. Setelah pulang dari memeriksa unggas itu, W mengalami demam tinggi dengan gejala seperti flu burung (H5N1) .”Karena kontak dengan unggas sakit kami kira dia terkena virus flu burung, saat itu langsung diberikan tamiflu,” ujar Hani.

Namun, kondisi W tidak kunjung membaik, bahkan dengan cepat istri dan dua anaknya cepat tertular. Ahad (12/7) lalu, mereka dilarikan ke RSUD Tangerang dan hingga kini masih dirawat diruang isolasi.

Hani mengaku heran karena hasil labaroatorium Departemen Kesehatan meleset jauh dari yang mereka kira. ”Kami mengira tadinya H5N1, tapi kok hasilnya H1N1,” ucapnya. Karena hasil tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang langsung mengambil sampel darah orang-orang yang pernah kontak dengan W dan keluarganya.

Menurut Hani, saat ini pihaknya masih terus mengawasi kondisi kesehatan pasien dan keluarga terdekat pasien.

Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Yully S Dewanti menyatakan, keempatnya masih dalam satu keluarga yang tinggal dalam satu rumah kemudian terserang flu babi dalam waktu yang cepat.

JONIANSYAH 

Info Grafis

  • Mari Kenali Flu Meksiko

    Jumlah pasien yang terjangkit virus flu babi (H1N1) di Indonesia terus bertambah. Hingga kemarin, menurut data dari Departemen Kesehatan, angkanya sudah mencapai 64 orang, terdiri atas 43 orang laki-laki dan 21 orang perempuan.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan