Negara G8 Menekan Program Nuklir Korea Utara dan Iran
Selasa, 03 Juni 2003 | 14:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Negara-negara Kelompok Delapan (G8) mendesak Korea Utara dan Iran untuk membatasi program nuklir dan senjata pembunuh massalnya karena dianggap mengancam stabilitas dunia. Banyaknya senjata nuklir, biologi dan kimia seperti terorisme merupakan ancaman yang istimewa bagi keamanan internasional. Demikian bunyi pernyataan yang dikeluarkan G8 pada Senin (2/6), di Evian, Perancis.
Pernyataan tersebut juga menyerukan agar komunitas internasional melakukan inspeksi senjata, kontrol ekspor dan jika perlu menggunakan cara-cara berdasarkan hukum internasional untuk menangkal ancaman ini termasuk penggunaan kekuatan. “Kami sangat mendesak Korea Utara melihat, membuktikan dan tidak menjalankan program nuklirnya kembali. Kami juga tidak akan mengabaikan perkembangan implikasi program nuklir Iran,” bunyi pernyataan tersebut.
Lebih lanjut, G 8 mengharapkan pemerintah Iran menuruti kewajibannya sesuai Perjanjian Non Proliferasi (Treaty Non Proliferation) senjata nuklir dan menerima kehadiran tim inspeksi senjata PBB tanpa syarat apapun. Seperti diketahui saat ini Iran sedang mengembangkan program penelitian nuklir termasuk pengembangan uranium, tetapi mereka menolak dilakukannya pencarian senjata nuklir.
Negara Kelompok Delapan yang terdiri dari Amerika Serikat, Rusia, Perancis, Jerman, Italia, Inggris, Kanada dan Jepang juga menyetujui rencana untuk menjaga bahan radioaktif jatuh agar tidak jatuh ke tangan para teroris. Lokasi bahan radioaktif tersebut juga akan dijaga ketat dan diberlakukan pembatasan ekspor agar dapat dikontrol secara efektif.
Kelompok G8 ini juga berencana akan membentuk badan mengangkal serangan terorisime agar negaranya aman dan memperkuat pertahanannya. (Washington Post-Edy Can)





