Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

India

150 Tewas Berdesakkan di Kuil India
Rabu, 26 Januari 2005 | 07:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sedikitnya 150 orang tewas akibat berdesak-desakan saat menghadiri perayaan ritual Hindu di Desa Wai, distrik Satara, 150 mil di selatan Bombay, India, kemarin. Selain korban tewas, pejabat setempat mengatakan, lebih dari 50 orang lainnya yang hadir dalam prosesi itu cedera.
Sharad Jadhav, pejabat tertinggi kedua di Satara, mengatakan, aksi saling desak dan dorong terjadi akibat melimpahnya masyarakat yang menghadiri prosesi ritual. Namun, seorang polisi memberi kesaksian, aksi saling dorong dan desak itu muncul karena massa panik akibat adanya kebakaran.
"Kebakaran disebabkan terjadinya hubungan pendek pada instalasi listrik di sebuah toko yang berada di dekat kuil. Itu membuat panik pengunjung. Sebagian dari mereka berusaha menjauh dari lokasi, maka terjadilah aksi saling dorong," kata K.K. Pathaj, inspektur jenderal polisi di wilayah itu.
Lebih dari 300 ribu umat Hindu, sejak sehari sebelumnya sudah mendatangi daerah tersebut guna menghadiri prosesi festival Hindu. Festival yang digelar setiap tahun ini dipusatkan di kuil Dewi Mandra Devi yang berada puncak bukit. Prosesi digelar untuk memperingati bulan purnama penuh yang tahun ini jatuh pada Selasa (25/1).
Tragedi semacam ini bukan yang pertama kali terjadi di India. Pada Agustus 2003, sekurang-kurangnya 39 orang tewas ketika ribuan orang memadati tepian sungai yang dianggap suci di Nashik, sebuah kota kecil 110 kilometer timur laut Bombay. Ritual mandi suci yang disebut Shahi Shan di Sungai Nashik ini merupakan rangkaian puncak ritual Kumbh Mela, yang juga diikuti sekitar 20 ribu sadhus (kaum suci Hindu).
Sebelumnya, pada 1999 sekitar 52 orang tewas setelah lintasan yang dipagari tali untuk memandu pengunjung menuju kuil Hindu Sabarimala (negeri bagian Kerala), selatan India, longsor. Saat itu lebih dari 200 ribu umat Hindu--semuanya lelaki--berusaha masuk ke kuil Sabarimala di puncak bukit guna menyaksikan cahaya yang mereka yakini sebagai cahaya dari surga. Korban tewas disebabkan terkubur tanah longsor. Sebagian lainnya tewas akibat berdesakan setelah berusaha menjauh dari tanah longsor.

APp/AFP/BBC/Meiky


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data