Jelang Tenggat Amnesti, Pelni Siapkan Kapal Angkut TKI

Minggu, 30 Januari 2005 | 12:16 WIB

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur:Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan PT Pelni sepakat mendatangkan satu lagi armada pengangkut tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal untuk yang terakhir kalinya. Senin Besok (31/1) adalah batas terakhir program amnesti.

“Diperkirakan banyak TKI yang akan pulang di akhir waktu, makanya KBRI dan Pelni harus mempersiapkan kapal sapu jagat,” ujar Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur Abadi Sastrodiyoto kepada Tempo Minggu (30/1).

Pelni mengirim KM Umsini untuk mengangkut TKI dari Port Klang Selangor ke Jakarta, Semarang dan Surabaya. Menurut Abadi, jumlah penumpang yang akan diberangkatkan besok sekitar 5.000 orang.

KBRI tidak akan mengusahakan kapal angkut lagi jika ternyata TKI tetap masih banyak dan berjejal di pelabuhan setelah amnesti habis. “Kami sudah tidak punya wewenang untuk itu lagi, jadi para TKI ilegal yang akan pulang setelah amnesti berakhir, terpaksa memakai jasa angkutan kapal reguler,” jelas Abadi.

KBRI dan pemerintah Malaysia telah berkali-kali mengumumkan agar TKI ilegal cepat keluar Malaysia, sehingga tidak berjejal di akhir waktu pengampunan karena akan susah dikoordinasi.

Berdasarkan pengamatan Tempo. Sejak kemarin dan hari ini, masih banyak para TKI ilegal yang memohon Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), dan ini dibenarkan oleh Abadi. T.H. Salengke






Komentar Anda

Kirim