Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Vatikan

Salah Satu Kandidat Pengganti Paus Berkulit Hitam
Minggu, 03 April 2005 | 12:12 WIB

TEMPO Interaktif, Vatikan:

Saat Paus Yohanes Paulus II dikabarkan sakit dan kemudian meninggal Sabtu 2/3 (Minggu 02.37 WIB), berbagai spekulasi bertebaran siapa yang bakal menggantikan posisinya di Tahta Suci Vatikan. Yang menarik, salah satu kandidat kuat adalah Cardinal Francis Arinze, 72, yang berkulit hitam.

Kelahiran Nigeria dan sekarang bertugas di Vatikan, Arinze adalah satu-satunya kandidat berkulit hitam. Jika dia terpilih, maka sejarah akan mencatat Arinze sebagai Paus pertama dari keturunan Afrika yang menjabat di Tahta Suci Vatikan dalam 1.500 tahun terakhir.

Seperti halnya Paus Yohanes Paulus II, Arinze dikenal memiliki sikap yang konservatif mengenai isu-isu penggunaan kontrasepsi dan pengguguran kandungan. Dibesarkan dengan pendidikan Barat di Urban University, Roma, dan London University, London, Arinze juga dikenal karena gagasan-gagasan mengenai perlunya meningkatkan dialog antarumat beragama. Karena keprihatinannya yang besar mengenai masalah inilah Arinze terpilih sebagai Presiden Pontifical Council For Inter-Religious Dialogue tahun 1984 hingga 2002.

Selain Arinze, kandidat yang juga dianggap cukup besar peluangnya menggantikan Paus adalah Kardinal Dionigi Tettamanzi, Uskup Milan. Lalu ada pula Kardinal Joseph Ratzinger, kelahiran Jerman; Kardinal Giovanni Battista Re, asli Italia, yang dikenal sebagai salah satu penasehat utama Paus Yohanes Paulus II.

Kuda hitam berikutnya pengganti Paus adalah Kardinal Claudio Hummes, Uskup Sao Paulo, Brazil. Hummes terkenal karena perjuangannya yang gigih memerangi kemiskinan di negerinya, dan sikap-sikapnya yang radikal mengenai dampak buruk globalisasi ekonomi. Lalu ada Kardinal Godfried Danneels dari Belgia yang dikenal sangat konservatif mempertahankan nilai-nilai Katolik mengenai isu moral dan seks; Kardinal Christoph Schonborn, Uskup Wina; Kardinal Oscar Maradiaga dari Honduras yang seperti halnya Hummes sangat gigih memerangi kemiskinan.

Kandidat lain adalah Kardinal Norberto Riviera Carrera, Uskup Mexico City. Tergolong masih muda (lahir tahun 1942), Carrera dikenal aktif menyuarakan isu-isu tentang kemiskinan dan hak asasi manusia. Berikutnya adalah Kardinal Roger Mahony, Uskup Los Angeles, Amerika.
Daru P, Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Hari Pemakaman Paus Belum Ditetapkan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data