|
Luar Negeri
Celah Timor Bukan Lagi Milik Indonesia
Jum'at, 08 April 2005 | 13:53 WIB
TEMPO Interaktif, Wellington:Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menyatakan pemerintah Indonesia sudah tidak lagi memiliki kepentingan terhadap Celah Timor. Sebab, menurut Wirajuda, Celah Timor adalah perpanjangan atau proyeksi daratan Timor Leste ke laut. "Faktanya bahwa Timor Timur tidak lagi menjadi wilayah Indonesia," kata Wirajuda kepada Tempo di Wellington, Selandia Baru.
Menurut Hassan, bahkan perjanjian celah Timor yang telah ditandatangani dengan Australia secara resmi sudah dibatalkan. "Karena Indonesia tidak ada lagi urusan disitu. Secara geografis, politik dan kedaulatan," ujarnya.
Pernyataan Menlu Hassan, sekaligus menanggapi Yayasan Peduli Timor Barat yang menyayangkan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak mengangkat masalah kepemilikan celah Timor selama kunjungannya di Australia. "Saya tahu ada yayasan yang berulang-ulang coba kita jelaskan dan juga berulang kali mereka tak pernah mau mengerti. Kepentingan kita terhadap celah timor itu sesungguhnya berakhir dengan fakta bahwa TimTim tak lagi menjadi bagian wilayah kita,"katanya.
Andree Priyanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Presiden Soeharto menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Australia John Howard di Jakarta. [Dok TEMPO; Digital Image; 20040812]](/hg/photostock/2005/03/28/s_FJ04081238_high_thumb.jpg) |
![Menteri Pertahanan Australia, Robert Hill [TEMPO/Bambang Harymurti; Digital Image; 20021016]](/hg/photostock/2005/03/28/s_Robert Hill 2_high_thumb.jpg) |
| Presiden Soeharto dan John Howard
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|