Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Pasukan Terakhir Suriah Tinggalkan Libanon
Selasa, 26 April 2005 | 16:30 WIB

TEMPO Interaktif, Rayaq: Suriah menarik pasukan terakhirnya dari Libanon, setelah 29 tahun berada di wilayah tetangganya itu. Penarikan ditandai dengan perjalanan 300 prajurit yang melintasi perbatasan kedua negara, setelah sebelumnya dilakukan upacara di pangkalan udara Rayaq, wilayah timur Libanon.

Penarikan pasukan ini dilakukan melalui tekanan internasional dan domestik, setelah pembunuhan mantan Perdana Menteri Rafiq Hariri, Februari lalu. Pembunuhan ini membawa kembali perang ke tanah Lebanon, setelah era perang sipil berakhir pada 1990.

"Segera setelah upacara ini, pasukan Suriah akan meninggalkan Libanon. Tak ada seorang prajuritpun, atau bahkan agen intelijen, Suriah di sini," kata direktur komunikasi militer Libanon, Jenderal Elias Farhat.

Suriah menerjunkan pasukannya ke Libanon setahun setelah perang sipil meletus pada 1975. Damaskus masih mencengkeramkan kekuasaannya setelah perang berakhir pada 1990. Namun, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2 September 2004 mengeluarkan Resolusi 1559 yang mengharuskan penarikan semua pasukan asing di Libanon.

Setelah penarikan bersejarah ini, dunia kini menantikan nasib Libanon ke depan. Negara itu akan menggelar pemilihan umum bulan depan. Kini, negara itu juga dicekik kesulitan ekonomi yang sangat menjerat. Adapun Amerika Serikat masih tetap mencemaskan campur tangan Suriah di Libanon. AFP/Budi S

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Beberapa orang dengan memakai topeng beridiri di atas batu saat memperingati hari pembantaian warga Palestina yang dilakukan oleh pasukan Israel di Israel, Mei 1992. Kondisi daerah pendudukan yang dilanda peperangan selama 6 hari, 25 tahun yang lalu. [Gamma/ Esaias Baitel; 10D/498/1992; 20040126]. Beberapa orang penganut Yahudi Ultra Ortodoks berdoa di tembok, Israel, Mei 1992. [Gamma/ Esaias Baitel; 10D/498/1992; 20040126].
Peringatan Hari Pembantaian Warga Palestina
Yahudi Ultra Ortodoks
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Powell Bertemu dengan Pemimpin Palestina
Arafat Wafat, Penggantinya Lebih Kokoh Melawan Israel
Proses Perdamaian Israel-Palestina Semakin Sulit
Shalat Gaib Untuk Yasser Arafat
Duka Cita Atas Wafatnya Arafat Terus Mengalir
Polisi Israel Antisipasi Kerusuhan
MUI : Arafat Tidak Sekedar Pejuang Palestina
Presiden Beri Penghormatan Terakhir untuk Yasser Arafat
Abu Mazen Pemimpin Sementara PLO
Presiden Bush Sampaikan Duka Cita
> selengkapnya...


Referensi

Hari-Hari Penting Yasser Arafat

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data