Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Soros: Amerika Serikat Alami Resesi Tahun Depan
Rabu, 11 Januari 2006 | 09:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Spekulan mata uang kelas dunia George Soros memperkirakan perekonomian Amerika Serikat bakal mengalami resesi pada 2007 karena kegagalan negara adidaya itu membendung ketatnya suku bunga dengan 'alasan yang masuk akal'.

Masalah yang dialami negara Abang Sam itu diyakini Soros juga membuat ekonomi dunia mengalami perlambatan. ?Selalu ada risiko kalau Bank Sentral akan menaikkan suku bunga dengan maksud mengontrol perekonomian AS demi menahan laju inflasi,? ujarnya dalam sebuah diskusi di Institut Urusan Luar Negeri Singapura, kemarin.

Pria yang dikenal sebagai oposan George W. Bush itu berharap suku bunga Bank Sentral bisa naik mencapai 4,75 persen dari keadaan sekarang yang 4,25 persen.

Pria kelahiran Budapes, Hungaria, 75 tahun lalu itu mengungkapkan tingginya harga komoditi domestik di Amerika Serikat menjadi alasan mengapa kenaikan biaya energi menghalangi tingginya pertumbuhan ekonomi AS tahun lalu. Soros juga menyatakan, pulihnya perekonomian di Jepang dan Eropa tak akan dapat mengimbangi kejatuhan perekonomian AS.

?Jatuhnya nilai dolar AS akan mengakibatkan lambannya perekonomian yang membuat ekspor negara-negara Eropa turun. Sementara itu, perekonomian Jepang menjadi tersokong karena ekspornya ke Cina,? ujarnya.

Namun, Soros mengingatkan, pertumbuhan perekonomian Cina dapat juga menjadi lamban karena resesi yang dialami AS.

ft.com/jojo raharjo

Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB<spasi>brk72074<spasi>komentar dan kirim ke 9333

Dari Arsip Majalah TEMPO
Ramalan Bank Dunia dan George Soros  | 08 Desember 1998
Amartya Sen  | 20 Oktober 1998
Kartu Domino Reformasi  | 09 Maret 1999
Dari Rezim Militer ke Pemerintahan 'Sipil'?  | 09 Maret 1999
Harimau Euro  | 05 Januari 1999
Bisnis Sepekan | 18 Oktober 2004
1999: Tahun Ketidakpastian  | 05 Januari 1999
Cina: Menghindari Krisis Masa Depan  | 21 Juni 2004
IMF Gagal Lagi  | 20 Oktober 2003
ASEAN, Tujuh Belas Tahun dari Sekarang  | 13 Oktober 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ekonomi Indonesia Paling Nyungsep
Indonesia Tolak Ratifikasi Konvensi Tembakau
Hasil Negosiasi NAMA Untungkan Negara Berkembang
Dalam WTO Produk Khusus Tak Dapat Dinegosiasi
Bank Asing Yakin Ekonomi Indonesia Segera Pulih
Nasabah Reksadana Turun 20 Persen
Emir Moeis : Jangan Salahkan Menteri-menterinya Dong
Pertemuan Menteri se Asia Pasifik Bahas Strategi Cegah Kemiskinan
Indonesia Meluaskan Produk FTA China-ASEAN
Kuota Penurunan Tarif Belum Disepakati EU
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek

Website

Departemen Keuangan
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< January,2006>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data