Suriah Ancam Tutup Perbatasan Libanon

Kamis, 24 Agustus 2006 | 18:04 WIB

TEMPO Interaktif, Helsinki: Suriah mengancam menutup perbatasannya dengan Libanon, kalau sampai pasukan penjaga perdamaian PBB ditaruh di situ. "Mereka (Suriah) bakal menutup semua akses," kata Menteri Luar Negeri Finlandia Erkki Tuomioja usai bertemu Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem di Helsinki, Kamis.

Permintaan pasukan perdamaian ditempatkan di sepanjang perbatasan Suriah-Libanon merupakan permintaan Israel. "Ini merupakan syarat penghentian blokade udara dan laut Libanon," kata Perdana Menteri Ehud Olmert. Penempatan itu dilakukan guna mencegah pasokan senjata ke Hizbullah.

Suriah menolak mentah-mentah permintaan Israel itu. Presiden Bashar al-Assad mengatakan penempatan pasukan PBB di perbatasan bakal membangkitkan permusuhan antara Suriah dan Libanon. "Itu sama saja mengambil kedaulatan Libanon dan posisi bermusuhan," ujarnya kepada Dubai Television.

Resolusi Dewan Keamanan PBB memerintahkan penempatan 15 ribu pasukan perdamaian di Libanon selatan setelah gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah diberlakukan. Untuk tahap pertama, 3.500 tentara baret biru itu bakal tiba di wilayah yang selama ini dikuasai Hizbullah, pekan depan.

AFP|THE JERUSALEM POST| SS KURNIAWAN






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: