Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Korban Konflik Israel-Palestina Terus Berjatuhan
Jum'at, 01 September 2006 | 00:38 WIB

TEMPO Interaktif, Ramallah: Operasi brutal Israel guna membebaskan seorang tentaranya yang diculik pejuang Palestina sejak 25 Juni lalu juga meminta nyawa warga sipil. Lebih dari 200 warga Palestina tewas, yang separuhnya rakyat sipil. Sebanyak 18 orang di antaranya tewas dalam operasi enam hari di Distrik Shijaiya, Gaza.

Kalau ditotal, sudah 5.372 orang tewas, sebagian besar warga Palestina, sejak pejuang memulai gerakan intifada pada September 2000. Tidak seperti perang melawan Hizbullah yang bisa disetop, pertempuran antara tentara Israel dan milisi Palestina sangat sulit dihentikan.

Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan tidak bakal ada kedamaian di Timur Tengah sampai Israel mengakhiri pendudukannya di Palestina. "Meneruskan penjajahan di wilayah Palestina dan Arab, maka tidak akan ada perdamaian yang dicapai," katanya setelah menerima Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan, Rabu (30/8).

Menurut Abbas, keamanan dan stabilitas hanya bisa tercipta kalau ada jaminan hak-hak legal rakyat Palestina dikembalikan. Kemerdekaan dan kedaulatan wilayah Palestina, termasuk Yerusalem timur sebagai ibu kota, juga mesti diakui. Kemudian mencari jalan ke luar atas masalah pengungsi Palestina.

Abbas mendesak komunitas internasional ramai-ramai menghentikan agresi Israel. "Sudah 200 warga Palestina yang tewas sejak akhir Juni lalu," ujarnya. "Ini mesti dihentikan secepatnya. Embargo atas Gaza harus segera dicabut, pintu-pintu perbatasan yang menghubungkan Gaza-Tepi Barat juga harus dibuka."

Menjawab pernyataan Abbas itu, Annan mengatakan, kunci utama penyelesaian konflik di Timur Tengah adalah negara Palestina mesti hidup berdampingan dengan Israel. "Penderitaan rakyat Palestina tidak boleh dilupakan begitu saja, meski kami mencoba membawa perdamaian ke Libanon," ujarnya.

AFP|SS KURNIAWAN



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Israel Obok-obok Palestina (Lagi)
Israel Obo-obok Palestina (Lagi)
Israel Tarik Tentaranya dari Gaza
Gagal Perang, Popularitas Olmert Rontok
Hizbullah Menyesal Telah Picu Perang
Dua Jurnalis Fox Yang Diculik di Gaza Bebas
Invasi Israel Lebih Buruk Ketimbang Hitler
Dua Wartawan Masih Disandera Milisi Palestina
Suriah Ancam Tutup Perbatasan Libanon
Israel Ingin Pasukan PBB Ditaruh Di Perbatasan
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk83068 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Djoko Suprapto Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit
Pemilu Dikhawatirkan Kurangi Setoran Pajak
Satu Korban Ryan Positif Orang Eropa
Pengusaha Sol Sepatu dan Petugas SPBU Ditangkap
Jenazah Ramses akan Dimakamkan

<< September,2006>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data