Parlemen Timor Leste Kecewa

Rabu, 01 November 2006 | 02:52 WIB

TEMPO Interaktif, DILI:Parlemen Timor Leste Selasa (31/10) kemarin secara terbuka mendesak agar keberadaan pasukan perdamaian asal Australia digantikan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ketua parlemen Fransisco Guterres beralasan pasukan Australia gagal meredam kerusuhan antargeng yang marak beberapa pekan terakhir ini.

"Banyak tentara di Timor Leste, tapi mereka tak sanggup menangkap satu pun pelaku kriminal," tutur Guterres. "Kerja macam apa itu?" Di sisi lain, ia mengeluhkan sejumlah laporan warga sipil yang diperlakukan buruk oleh sejumlah serdadu asal Negeri Kanguru itu. Mereka, kata dia, korban salah tangkap aparat.

"Buat saya tindakan ini tak bisa ditoleransi!" ujar presiden partai berkuasa Fretilin itu. Karena itu, di masa mendatang Guterres meminta semua pasukan dan aparat kepolisian internasional menginduk pada PBB. "Saya pikir ini solusi yang terbaik," katanya.

Guterres konon mendapat laporan dari Panglima Angkatan Bersenjata Brigadir Jenderal Taur Matan Ruak. Bekas komandan milisi Fretilin itu melaporkan kepada parlemen bahwa pasukan Australia gagal lantaran Dili masih "kelihatan seperti kota koboi".

Komandan Pasukan Australia terang menampik tudingan Guterres dan Matan Ruak. Menurut Brigadir Jenderal Mal Rerden, pihaknya tak pernah sedikit pun menerima keluhan seputar aktivitas prajuritnya di sana. "Belum ada satu pun laporan yang valid," katanya ringan.

Parlemen Timor Leste sendiri pada Jumat lalu menggelar voting soal rencana penempatan pasukan PBB. Sejauh ini di Timor Leste terdapat sedikitnya 1.100 serdadu Australia--saat kerusuhan pada Mei jumlahnya sempat mencapai 3.200 prajurit. Keberadaan mereka disokong seribu aparat polisi PBB.

Canberra sejauh ini secara jelas mengungkapkan keinginannya memimpin pasukan perdamaian di negeri muda usia itu. Mereka sejauh ini baru akan hengkang dari Timor Leste setelah pemilihan umum pada Mei tahun depan selesai.

l AFP | ANDREE PRIYANTO






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: