Presiden Arroyo Berkukuh Bakal Ubah Konstitusi
Minggu, 05 November 2006 | 16:37 WIB
TEMPO Interaktif, Manila:Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo tak akan menyerah dalam rencananya mengubah konstitusi. Demikian disebutkan juru bicaranya hari ini meskipun ada kemungkinan Mahkamah Agung memveto langkahnya.
"Perubahan undang-undang dasar bakal selalu menjadi bagian dari kerangka permanen Presiden Arroyo," kata penasehatnya Ignacio Bunya, yang menekankan perubahan itu bakal memberi jalan ke "struktur politik yang modern" yang bakal membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi lebih luas buat rakyat Filipina.
Mahkamah Agung Filipina akhir bulan lalu menyebut "kelemahan konstitusional" sebuah petisi oleh kelompok swasta yang beraliansi dengan Arroyo untuk memperkenalkan perubahan Konstitusi 1986. Kelompok itu mengklaim telah merengkuh jutaan tanda tangan dukungan publisit perubahan konstitusi, tapi mahkamah menyebut terdapat "penipuan" di dalam praktek penggalangan itu.
Arroyo sebelumnya menekan perubahan konstitusi sebagai jalan pembuka perubahan pemerintahan dari presidensial ke parlementer. Ia juga ingin pemutakhiran dalam bidang ekonomi, termasuk pembatasan kepemilikan asing dalam bisnis. AFP/dwi arjanto





