150 Peneliti Irak Diculik
Selasa, 14 November 2006 | 20:10 WIB
TEMPO Interaktif, Bagdad: Segerombolan orang bersenjata dan berseragam pasukan komando polisi Irak hari ini menculik 150 peneliti dan staf lembaga riset pemerintah di Karradah, Bagdad, Irak.
Ketua Komisi Pendidikan Parlemen Irak Alaa Makki menyatakan bahwa para penculik punya sebuah daftar nama orang-orang yang akan diambil dan mengklaim menjalankan tugas dari badan antikorupsi pemerintah.
"Penahanan 150 orang dari sebuah lembaga pemerintah yanpa memberi tahu Menteri Pendidikan Tinggi berarti ini sebuah operasi penculikan," kata Ali al-Adib, anggota parlemen dari Syiah.
Menteri Pendidikan Tinggi Abed Dhiab al-Ujaili mengumumkan bahwa kuliah di universitas-universitas Bagdad dihentikan terkait penculikan massal ini hingga pemerintah mengetahui apa yang sesunggunya terjadi. "Kami tak mau kehilangan lebih banyak profesor," katanya.
Para korban, baik Sunni maupun Syiah, diborgol dan diangku dengan enam truk. Para korban termasuk wakil direktur jenderal lembaga itu, para pegawainya dan beberapa pengunjung.
Polisi dan saksi mata mengatakan bahwa para penculik itu menutup jalan sekitar lembaga riset itu dan melakukan aksinya selama 20 menit. Empat penjagar lembaga itu menyerah tanpa perlawanan dan tak terluka.
Makki meminta perdana menteri dan menteri dalam negeri seegra menanggapi masalah yang disebutnya bencana nasional ini. Penculikan ini tampaknya kasus yang paling berat dari serangkaian pembunuhan dan serangan terhadap pendidikan tinggi Irak yang memaksa ratusan profesor dan peneliti mengungsi ke negeri tetangga.
Beberapa pekan lalu seorang dekan universitas dan ahli geologi Sunni terkenal dibunuh dan menambah jumlah korban tewas di kalangan pendidik menjadi 155 sejak perang di negeri itu pecah.
AP | AFP | IWANK





