Belanda Berencana Larang Jilbab

Senin, 20 November 2006 | 00:07 WIB

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur: Menteri Luar Negeri Malaysia Syed Hamid Albar memprotes rencana pemerintah Belanda melarang pemakaian jilbab. Dia menyebut langkah yang diskriminatif itu menabrak hak asasi umat muslim. "Ini bentuk ketidakadilan," katanya, Ahad (19/11). "Kenapa orang-orang tidak memperoleh kebebasan dalam berpakaian sesuai dengan keinginan mereka. Itu hak mereka."

Pada Jumat (17/11) lalu, kabinet Belanda menyodorkan rancangan undang-undang yang melarang pemakaian jilbab di muka umum ke parlemen. Target utamanya adalah wanita muslim yang memakai burqa atau niqab--pakaian yang menutupi kepala sampai badan sampai cuma kelihatan matanya. "Di negara ini, kami ingin bisa melihat satu sama lain," kata Menteri Imigrasi Rita Verdonk.

AFP | SS KURNIAWAN






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: