Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Giliran Israel Langgar Gencatan Senjata
Selasa, 28 November 2006 | 01:20 WIB

TEMPO Interaktif, Kota Gaza: Israel, Senin (27/11) dinihari, dengan seenaknya melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dibikinnya bersama Palestina pada Ahad lalu. Negeri Yahudi itu masih meneruskan operasi militernya di Tepi Barat, bahkan membunuh seorang pejuang dan wanita paruh baya.

Juru bicara Angkatan Darat Israel berkilah serdadunya yang sedang berpatroli di Qabatiya diberondong peluru oleh Palestina. Lalu mereka balas menembak. Abdul Razek Nasser, Ketua Komite Perlawanan Rakyat lokal, meregang nyawa dalam adu senjata. Begitu juga Fatma Nezal, 55 tahun.

"Tentara kami melihat bayangan lari dan melindungi pria bersenjata, tapi ternyata seorang wanita," kata juru bicara yang tidak disebut namanya itu. Dalam operasi tersebut, serdadu Israel juga menangkap 15 anggota milisi di kota yang terletak di utara Tepi Barat itu. Kontak senjata juga pecah di Nablus.

Gencatan senjata yang disepakati Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dan Presiden Palestina Mahmud Abbas diharapkan menyudahi kekerasan berdarah. Militer Israel mesti mengakhiri operasinya di Gaza dan Tepi Barat. Adapun pejuang Palestina harus menyetop tembakan roketnya.

Tapi sayap militer Hamas dan Fatah membandel. Beberapa jam setelah gencatan senjata dimulai, mereka memuntahkan roket-roketnya. Tak kurang dari lima mesin perang itu mendarat di wilayah Israel. Padahal pemimpin mereka baru saja bersumpah bakal mematuhi kesepakatan.

Keberlangsungan gencatan senjata juga terancam oleh ultimatum petinggi Hamas Khaled Mashaal: para pejuang bakal meluncurkan gerakan intifada ketiga atas Israel kalau negara Barat dan lembaga internasional gagal menemukan pemecahan politik soal Palestina dalam waktu enam bulan.

"Saya katakan enam bulan, tapi Anda butuh tambahan waktu," kata Mashaal akhir pekan lalu. "Ada kemungkinan bakal kami kasih delapan bulan atau setahun asalkan ada kesempatan politik horizon (menciptakan negara Palestina berdasarkan Perjanjian 4 Juni 1967 soal batas wilayah) secara terbuka."

AFP | AP | HA'ARETZ | SS KURNIAWAN


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Militer Israel Mengaku Pakai Bom Curah
Kabinet Israel Setuju Lanjutkan Operasi Gaza
Israel Terus Menggasak Palestina
Olmert Tolak Resolusi PBB
Resolusi Dewan HAM PBB Kutuk Pembantaian di Jalur Gaza
Israel Bakal Perpanjang Operasi di Jalur Gaza
Israel Lanjutkan Operasi di Gaza
Khodari Disebut-sebut Pengganti Perdana Menteri Haniya
Israel Mundur Dari Beit Hanun
Jet Israel Tembak Kapal Jerman
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk88538 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Rumah Mewah Terbakar, 10 Anjing Tewas
JPPR: Pelanggaran Terjadi diberbagai Wilayah
Pimpinan Partai Demokrasi Pembaruan Audiensi Dengan Jaksa Agung
Dada – Ayi Membuka Kampanye Terbuka Kota Bandung
50 Persen Irigasi di Jawa Barat Rusak

<< November,2006>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data