Bush: Kita Tak Menang di Irak
Rabu, 20 Desember 2006 | 19:26 WIB
TEMPO Interaktif, Washington: Presiden Amerika Serikat George W. Bush, yang selalu mengklaim kemenangan di Irak, untuk pertama kalinya hari ini mengakui bahwa tentara Amerika tidak menang di negeri Saddam Hussein itu, tapi bukan berarti kalah.
"Saya pikir gagasan menarik yang dipakai Jenderal Pace adalah, 'Kita tidak menang, kita tidak kalah,'" kata Bush mengutip pemimpin Kepala Staf Gabungan Jenderal Marinir Peter Pace.
Namun, "Ada beberapa perkembangan yang sangat positif (di Irak)," ujar Bush. "Demokrasi konstitusional di jantung Timur Tengah adalah perkembangan luar biasa di dalam dirinya."
Bush juga mengakui adanya ancaman kekerasan sektarian. Ia mengatakan bahwa sebagai bagian dari peninjauan kembali kebijakan untuk Irak, pemerintah Amerika akan mencari cara menolong warga Irak mendapatkan keamanan.
Presiden Bush mengungkapkan rencananya memperbesar jumlah anggota militer Amerika. Dia telah meminta Menteri Pertahanan Robert Gates memberinya laporan sekaligus rencana peningkatan jumlah anggota pasukan darat.
Bush tak menyebut berapa jumlah anggota pasukan tambahan di Irak, tapi sejumlah pejabat mengindikasikan dia kemungkinan besar akan memerintahkan pengiriman sedikitnya 50 ribu tentara baru ke sana.
Namun, para Kepala Staf Gabungan Amerika dikabarkan tak setuju rencana Gedung Putih mengirim 15-30 ribu tentara lagi ke Irak dalam tempo delapan bulan.
Komandan Marinir Jenderal James Conway akhir pekan lalu mengatakan bahwa kepala staf gabungan akan mendukung penambahan anggota pasukan hanya jika ada "alasan militer yang padu" untuk melakukan itu.
"Tapi dapat saya sampaikan, kami tak yakin bahwa penambahan jumlah hanya demi peningkatan angka, hanya untuk memperbanyaknya, adalah cara yang tepat," katanya.
Sejumlah jenderal menilai bahkan pengiriman sementara ratusan tentara baru akan menjadi tak efektif dengan tiadanya langkah politis dan ekonomis baru yang tegas, dan pengiriman itu juga akan membuat Korps Angkatan Bersenjata dan Marinir mengecil saat kerusuhan reda.
Juru bicara kepresidenan Tony Snow membantah kabar kepala staf gabungan menolak rencana penambahan anggota pasukan itu. "Saya pikir orang-orang itu mencoba memecah belah Presiden dan para kepala staf gabungan, padahal perpecahan itu tak ada," ujarnya.
Presiden Bush, kata Snow, meminta para komandan militer mempertimbangkan serangkaian pilihan, dan mereka akan mempertimbangkannya.
| WASHINGTON POST | THE TIMES | AP | AFP | KURNIAWAN





