close

Shinzo Abe Diminta Meralat Permintaan Maaf

Kamis, 21 Desember 2006 | 01:24 WIB

TEMPO Interaktif, Tokyo:Perdana Menteri Shinzo Abe diminta meralat permintaan maaf yang dibuat pemerintah Jepang tentang perbudakan seks pada masa Perang Dunia II. Shoichi Nakagawa, kepala kebijakan Partai Demokratik Liberal yang berkuasa, menyarankan pernyataan pemerintah pada 1993 tidak dianggap sebagai "fakta yang sudah tuntas".

Usul Nakagawa, yang dimuat media lokal kemarin, merujuk pada pengakuan dan permintaan maaf Yohei Kono (kepala sekretaris kabinet waktu itu) atas keterlibatan militer Jepang dalam perbudakan perempuan di Korea dan negara-negara lain pada masa Perang Dunia II. Menurut Nakagawa, pemerintah harus segera mengoreksi hal-hal yang perlu dikoreksi. "Jangan sampai kita memberikan informasi yang salah kepada anak-anak kita," katanya. AFP/Yanto

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan