close

Enam Negara Bagian Malaysia Dilanda Banjir

Jum'at, 22 Desember 2006 | 21:36 WIB

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur: Banjir besar yang melanda Malaysia sejak empat hari lalu mulai memakan korban jiwa. Hingga hari ini, enam negara bagian dilaporkan sudah terendam banjir, yakni Johor, Negeri Sembilan, Pahang, Melaka, Terengganu dan Kelantan.

Lima orang kemarin dinyatakan tewas terseret arus banjir, sedangkan jumlah penduduk yang sudah dievakuasi meningkat hampir tiga kali lipat menjadi 70 ribu jiwa.

Jumlah pengungsi terbanyak tetap dari Johor. Pemerintah daerah Johor mengumumkan saat ini terdapat 285 titik penampungan sementara yang diisi sekitar 50 ribu pengungsi.

Keadaan di daerah ini dilaporkan semakin gawat menyusul pemadaman aliran listrik oleh pihak Tenaga Nasional Berhad (TNB) dan terputusnya sebagian besar hubungan darat. Saat ini Kota Tinggi sudah terisolir dari daerah lain karena semua permukaan jalur daratnya sudah tertutup air.

Aktivitas di kota ini hampir lumpuh total, karena banyak kantor, toko dan sekolah yang tutup. Transportasi kereta api antar kota di Johor dan lintas Singapura juga lumpuh.

Juru bicara kepolisian setempat, sebagaimana dikutip Utusan Malaysia, mengibaratkan kondisi Kota Tinggi seperti sebuah pulau yang dikelilingi air. Hanya helikopter saja yang bisa dipakai untuk menyalurkan bantuan kepada penduduk, dibantu dengan bot-bot plastik milik tim penyelamat (SAR).

Sementara itu, di negara bagian Kelantan dilaporkan sebanyak seribu orang dievakuasi ke tempat penampungan karena kampung-kampung mereka sudah digenangi air.
Hujan lebat yang disertai angin kencang dan ombak besar telah merobohkan sedikitnya delapan rumah kaum nelayan di Pantai Timur Malaysia.

Angin kencang dan ombak besar juga menghajar kawasan penduduk di sepanjang pantai di daerah Terengganu. Belum diketahui adanya korban jiwa namun sedikitnya empat rumah roboh diterjang ombak. Bandara Sultan Mahmud, Kuala Terengganu yang mulai digenangi air terpaksa membatalkan sejumlah penerbangan dalam negeri.

Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi yang saat ini masih berada di luar negeri ikut memantau perkembangan banjir di negaranya. Melalui Wakil Perdana Menteri Najib Tun Razak, badawi menyatakan sedih dan prihatin kepada seluruh korban banjir dan meminta agar penanganan kepada para korban lebih menjadi prioritas demi mengurangi beban penderitaan mereka.

''Kita telah mengarahkan sebagian besar kekuatan untuk membantu penyaluran bantuan kepada para korban banjir, terutama yang keadaanya sangat parah,'' jelas Najib Tun Razak yang juga Ketua Jawatan Kuasa Bencana Negara kepada wartawan kemarin.

T.H. Salengke

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan