Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Aktivis HAM Kecam Eksekusi Saddam
Sabtu, 30 Desember 2006 | 12:07 WIB

TEMPO Interaktif, Bagdad:Kelompok pegiat hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW) yang berbasis di Amerika Serikat hari ini mengecam eksekusi hukuman gantung terhadap mantan pemimpin Irak Saddam Hussein. Mereka mengatakan sejarah akan menilai pengadilan dan eksekusi ini "kasar".

"Saddam Hussein bertanggung jawab atas pengabaian hak asasi manusia yang mengerikan dan luas, namun bagaimanapun brutal tindakan Saddam, tidak dapat menjustifikasi eksekusi ini. Sebuah hukuman yang kejam dan tidak manusiawi," kata Direktur Program HRW, Richard Dicker.

"Ujian komitmen pemerintah terhadap hak asasi manusia diukur dari caranya memperlakukan musuh terburuknya. Sejarah akan menilai pengadilan Dujail yang sangat cacat dan eksekusi ini sangat kejam," kata Dicker.

Mantan pemimpin Irak Saddam Hussein dan dua orang kepercayaannya hari ini telah menjalani hukuman gantung satu demi satu di Bagdad sekitar pukul 5.30 hingga 6.30 pagi waktu setempat. Seorang pejabat pemerintah mengatakan hal itu kepada stasiun televisi pemerintah Irak setelah menyaksikan hukuman itu.

Dua orang yang digantung bersama Saddam adalah Barzan Ibrahim Hassan al-Tikriti, salah satu saudara tiri Saddam dan mantan direktur badan intelijen Mukhabarat yang ditakuti, dan Awad Ahmed al-Bandar al-Sadun, mantan ketua hakim pengadilan revolusioner dan wakil kepala Kantor Presiden.

Seperti Saddam, mereka dijatuhi hukuman mati atas perannya dalam pembunuhan 148 syiah Irak dari wilayah Dujail, utara Bagdad, setelah upaya pembunuhan Saddam yang gagal tahun 1982.

AFP/Erwin

Dari Arsip Majalah TEMPO
Target Berjalan dari Italia | 14 Maret 2005
Kami Tidak Akan Menjiplak Iran | 21 Pebruari 2005
Kini Tiba Giliran Syiah | 14 Pebruari 2005
Pilih Paket, Bukan Platform | 31 Januari 2005
Kebangkitan Syiah 'Politik' | 31 Januari 2005
Clinton, 'Impeachment', dan Irak  | 22 Desember 1998
Dan Garda pun Kembali  | 02 Agustus 2004
Bagdad Dulu, Bagdad Sekarang  | 02 Agustus 2004
Tulah Perang Irak bagi Blair  | 19 Juli 2004
Zarqawi: Teroris atau Dalih | 25 Oktober 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Saddam Hussein Telah Digantung
Perdana Menteri Irak Terancam Dibunuh
Bom di Dekat Gereja, 20 Tewas
Sidang Dibuka, Saddam dan Hakim Perang Mulut
Syiah Menag dalam Pemilu Irak
Sex, Listrik, dan Pengantin Baru di Baghdad
Gus Dur Gandeng Soros Bantu Perdamaian di Irak
Amerika Akan Tarik 9.000-an Pasukannya dari Irak
Bush Klaim Memenangkan Perang di Irak
Pengacara Saddam Tinggalkan Ruang Sidang
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk90287 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< December,2006>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data