|
Saddam Digantung, Kekerasan di Irak Bertambah
Senin, 01 Januari 2007 | 17:05 WIB
TEMPO Interaktif, New York:Ekesekusi terhadap Saddam Hussein tak bakal membuat Amerika Serikat lebih aman dan hanya bakal meningkatkan kekerasan di Irak. Demikian diungkapkan aktivis Hak-hak Sipil Jesse Jackson, hari ini di New York.
"Penggantungan terhadapnya bisa memicu kekerasan dan mengikis moral di dunia," kata Jackson yang baru saja melawat ke Timur Tengah dalam sebuah misi perdamaian. "Kita lebih tidak aman. Kita kehilangan momentum buat memecah lingkaran kekerasan di Irak," imbuhnya.
Pemimpin Irak yang terjungkal akibat invasi pasukan koalisi, Saddam Hussein, Sabtu pekan lalu telah dihukum gantung di Bagdad, Irak setelah tiga tahun tertangkap pasukan Amerika Serikat. Ahad lalu dia dimakamkan di desa kelahirannya, Awja, Tikrit, Irak Tengah.
Menurut Jackson, "Saddam Hussein tidak menyerang kita. Bin Ladin lah yang menyerang kita. Irak tidak melakukan serangan ke kita. Taliban-lah yang menyerang." Jackson juga mengatakan Amerika Serikat mengalami komplikasi dalam mengadili dan mengeksekusi Saddam "karena kita menahannya dalam penjara kita, dan pemerintah di Irak saat ini adalah sebuah pemerintah di bawah ketiak Amerika". AP
INDEKS BERITA LAINNYA :
|