|
Perlawanan dari dalam Kongres Menguat
Rabu, 24 Januari 2007 | 01:06 WIB
TEMPO Interaktif, Washington: Bertambah lagi barisan kritis di Kongres terhadap strategi baru Presiden George W. Bush untuk Irak. Tiga senator senior Republiken menyerang rencana penambahan 21.500 tentara Amerika Serikat di sana.
Ketiga senator itu, John W. Warner, Susan Collins, dan Norm Coleman, mengajukan resolusi yang meminta Bush mencari alternatif rencana itu. Mereka masing-masing mewakili Negara Bagian Virginia, Maine, dan Minnesota. Dalam jumpa pers bertiga Senin lalu, Warner mengatakan resolusi itu bertujuan mendaftarkan "keprihatinan murni" di Kongres tentang rencana Bush.
"Tuan Presiden, kembalilah dan lihat semua opsi," kata Warner. Tujuan resolusi, menurut Warner, memang bukan memangkas jumlah tentara Amerika di Irak atau membuat jadwal penarikan. "Tapi jelas bahwa strategi Amerika Serikat dan operasi-operasi di Irak hanya bisa dipertahankan dan dicapai dengan dukungan rakyat Amerika dan level bipartisan di Kongres," kata Warmer.
Bersifat tidak mengikat, resolusi ini bukan satu-satunya yang diajukan Senat untuk menentang rencana perang baru Bush. Tapi resolusi ini istimewa karena melibatkan senator-senator senior Republiken. Warner, misalnya, adalah anggota berpengaruh Komite Angkatan Bersenjata Senat. Selain ketiga senator Republiken, resolusi didukung Senator Demokrat asal Nebraska, Ben Nelson.
Sebelumnya, kubu Demokrat di Senat, dengan dukungan dua senator Republiken, yakni Chuck Hagel dan Olympia Snowe, mendaftarkan resolusi yang menyebut penambahan tentara bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat. Resolusi itu dibahas di Komite Hubungan Luar Negeri mulai hari ini.
Resolusi Warner menegaskan tidak ada maksud menentang kekuasaan Bush sebagai Panglima Tertinggi Amerika Serikat. Tapi ditegaskan bahwa dukungan Kongres dan rakyat merupakan kunci dalam memelihara upaya Amerika di Irak.
Strategi Amerika, kata resolusi itu, harus berfokus pada operasi-operasi kontraterorisme di Irak dan melatih serta menyiapkan pasukan Irak agar mengambil tanggung jawab keamanan. Warner memperingatkan, tentara Amerika tidak dilatih untuk ditempatkan di tengah-tengah perang antara Sunni dan Syiah.
Bush berusaha membela rencana yang dia umumkan pada 10 Januari lalu untuk memperkuat 130 ribu tentara yang sudah berada di Irak. Pembelaan itu disampaikannya dalam pidato kenegaraan (State of the Union) di depan Kongres pada Selasa pukul sembilan malam (Rabu, pukul 09.00 WIB).
Secara terpisah, barisan Republiken di Dewan Perwakilan juga menyiapkan rencana menyikapi strategi Bush. Dalam rencana yang diumumkan wakil Republiken asal Ohio, John A. Boehner, yang kini menjadi pemimpin minoritas, Bush diminta memberi laporan bulanan mengenai kemajuan dalam mencapai tujuan di Irak mulai bulan ini.
Para wakil Republiken di Dewan mempersoalkan level kerja sama pemerintah Irak dalam upaya militer, di samping pengerahan tentara Irak serta masalah belanja militer. Mereka juga meminta Ketua Dewan Nancy Pelosi membentuk komite bipartisan untuk memantau strategi Baru Bush.
L AFP | NEW YORK TIMES | YANTO MUSTHOFA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|