close

Polisi Dili Terlibat Bentrokan Antargeng

Kamis, 25 Januari 2007 | 01:08 WIB

TEMPO Interaktif, Dili: Menteri Dalam Negeri Timor Leste Alcino Barris hari ini menyatakan adanya indikasi bahwa anggota Kepolisian Timor Leste terlibat dalam bentrokan antargeng beberapa hari lalu, yang menewaskan empat pemuda di Dili.

"Ada beberapa anggota polisi yang masih aktif ikut terlibat dalam bentrokan itu dengan membawa senjata ilegal," kata Barris setelah bertemu dengan anggota komisi keamanan parlemen Timor Leste.

Keterlibatan polisi dalam bentrokan itu, kata Barris, karena dia juga anggota kelompok pencak silat, yang saat ini bermusuhan dengan geng lain.

"Mereka akan dipanggil untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di pengadilan," kata Barris seraya menjelaskan bahwa penyelidikan terhadap para pelaku kekerasan dan penyebaran senjata ilegal itu kini masih terus berlangsung.

Perkelahian antara anggota perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan organisasi 77 pecah lagi di Dili sejak Ahad lalu. Seorang polisi, Joao da Silva, tewas ditusuk anggota perguruan silat di Kaikoli, sedangkan rumah seorang pelatih silat di Matadouro dihancurkan oleh sekelompok orang.

Aksi saling serang terjadi lagi pada Selasa lalu. Akibatnya, empat rumah warga setempat terbakar dan dua pemuda tewas. Salah satu korban ditembak dengan senjata laras panjang dan pistol yang kini beredar secara ilegal di kota itu.

Bentrokan itu memaksa sekitar 500 warga mencari perlindungan ke tempat pengungsian terdekat di Asrama Madre Canosiana Balide dan Seminari Minor Fatumeta.

Ketua PSHT Jaime Xavier membantah anggotanya melakukan kekerasan, karena aksi itu dilakukan secara individual, tanpa membawa nama organisasi. "Siapa yang menuduh anggota PSHT melakukannya harus tunjukkan bukti," kata Jaime sambil meminta polisi bertindak keras untuk memulihkan situasi.

Keadaan saat ini, kata Barris, harus ditangani dengan keras. Sayangnya, kata dia, jumlah polisi Perserikatan Bangsa-Bangsa belum cukup untuk memulihkan keadaan. Adapun Polisi Khusus Timor Leste ada kemungkinan baru akan diaktifkan kembali pekan depan untuk membantu polisi PBB.

Barris mengaku masih ada empat senjata laras panjang di tangan kelompok pemberontak Mayor Alfredo Reinado dan 28 pistol di tangan bekas Polisi Nasional Timor Leste serta warga sipil. Kementerian Dalam Negeri dan polisi PBB masih melakukan investigasi mengenai hal ini.

JOSE SARITO AMARAL (DILI)

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan