|
Hamas dan Fatah Bersepakat Bentuk Pemerintah Bersatu
Jum'at, 09 Pebruari 2007 | 21:27 WIB
TEMPO Interaktif, Mekkah:Faksi-faksi yang bertikai di Palestina akhirnya meneken kesepakatan bersejarah hari ini untuk membentuk pemerintah nasional bersatu setelah perundingan marathon di Mekkah, Arab Saudi selama dua hari.
Dokumen yang digadang menjadi "era baru" telah ditandatangani pada Kamis tengah malam waktu setempat (Jum'at dini hari WIB) oleh Presiden Palestina Mahmud Abbas yang memimpin Fatah dan pemimpin utama gerakan Hamas yang menguasai parlemen, Khaled Meshaal, yang dihadiri tuan rumah Raja Abdullah bin Abdul Aziz.
Satu pokok kesepakatan yakni langkah utama mencegah perang saudara dan menetapkan Perdana Menteri Ismail Haniyah (Hamas) tetap dalam posisinya. Lalu pos kunci Menteri Dalam Negeri bakal dijabat oleh independen, sementara Fatah bakal memutuskan Wakil Perdana Menteri.
Kedua pihak sama-sama mengakui dukungan Arab Saudi buat memastikan kesepakatan berlangsung sukses. Haniyah yang bakal memimpin kabinet bahkan membandingkan kemampuan pemrakarsa perdamaian Raja Abdullah seperti Nabi Muhammad. "Sejarah berulang di Arab Saudi," kata Haniyah.
Menurut penasehat Haniyah, Ahmed Youssef, Arab Saudi langsung mendukung pemerintahan baru Palestina tersebut, dan menjanjikan bantuan senilai US $ 1 miliar. Bantuan bakal sangat membantu Palestina yang menderita dibawah boikot internasional sejak Hamas berkuasa setahun lalu. AP/AFP/dwi arjanto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|