Junta Thailand Bersumpah Beli Satelit yang Dijual Thaksin
Sabtu, 17 Februari 2007 | 01:21 WIB
TEMPO Interaktif, Bangkok: Pemimpin junta militer Thailand kemarin bersumpah mengambil alih lagi satelit-satelit perusahaan telekomunikasi terbesar negeri itu, yang tahun lalu dijual oleh keluarga bekas perdana menteri ke tangan perusahaan investasi pemerintah Singapura.
"Saya ingin mereka kembali, khususnya satelit-satelit yang merupakan aset nasional," kata Jenderal Sonthi Boonyaratglin di hadapan 2.000 pegawai negeri di Bangkok, Thailand.
Bekas Perdana Menteri Thaksin Shinawatra menjual perusahaan keluarga Shin Corp. pada Januari 2006 kepada Temasek Holding Plc., yang dimiliki pemerintah Singapura. Penjualan itu termasuk Shin Satellite, satu-satunya operator satelit di Thailand yang punya empat satelit telekomunikasi.
Penjualan Shin Corp. senilai US$ 1,9 triliun bebas pajak itu ditentang banyak warga Thailand, yang menuding Thaksin menjual aset kunci kepada negara asing. Belakangan Thaksin terjungkal pada September lalu lewat kudeta tak berdarah oleh militer.
Jenderal Boonyaratglin menyebut satelit-satelit itu adalah "harta karun". "Singapura adalah negeri mungil yang minim area pertanian, tapi kaya, dan pialang pintar yang dapat membeli aset-aset kami," katanya.
Menurut Boonyaratglin, pihaknya prihatin atas aset nasional yang telah kadung terbeli. Tapi ia menolak mengatakan bagaimana Thailand bakal membeli lagi Shin Corp. "Saya hanya ingin mereka kembali karena saya bertugas menyelamatkan aset negara," ujarnya.
Sebelumnya, Sonthi cemas Singapura bakal menggunakan satelit-satelit itu untuk mengintai Thailand. Ia sudah memerintahkan para pejabat militer menanggalkan telepon seluler dan beralih memakai peranti walkie-talkie mencegah spionase telekomunikasi.
Namun, Singapura membantah menggunakan satelit-satelit Shin Corp. untuk memata-matai negeri tetangganya. Soal ambisi terbaru junta Thailand tersebut, Temasek menolak memberikan komentar.
l AP | AFP | DWI ARJANTO




Komentar Anda :