Mengecat Gunung, Mengubah Nasib
Sabtu, 17 Februari 2007 | 02:40 WIB
TEMPO Interaktif, Shanghai: Para penduduk pedesaan di Kabupaten Fumin, Provinsi Yunnan, Cina, belakangan ini menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal ketika menyaksikan Gunung Laoshou di dekat desa mereka dicat hijau.
Para pekerja, yang mulai mengecat bagian gunung yang gundul itu pada Agustus lalu, mengatakan kepada para penduduk bahwa pengecatan itu dilakukan atas perintah pemerintah.
Kantor berita Cina, Xinhua, memperkirakan biaya pengecatan selama 45 hari itu mencapai 470 ribu yuan atau sekitar Rp 546 juta.
Beberapa penduduk mengira para pejabat di sekitar Fumin, yang kantornya menghadap ke gunung, mencoba mengubah feng shui--kepercayaan Cina kuno mengenai penataan ruang untuk mencapai harmoni dengan lingkungan.
Menurut media Cina, City Times, ada seorang pengusaha Cina dari Sichuan bernama Du yang mengeruk gunung itu selama 20 tahun. Pengerukan dihentikan pada 2000 karena protes penduduk yang terganggu oleh debu dan kebisingan proyek pengerukan.
Du lalu meminta nasihat kepada seorang konsultan feng shui. Konsultan itu menyatakan gunung yang gundul itu kini berpengaruh buruk bagi bisnisnya--media itu tak menjelaskan apa bisnis Du sebenarnya.
Maka, entah atas saran sang konsultan atau bukan, Du menyewa sejumlah pekerja untuk mengecat seluruh bagian gunung yang gundul itu.
Kantor berita Amerika Serikat, Associated Press, menyatakan pengecatan dilakukan pihak pemerintah yang sedang menekan kerusakan lingkungan. Penebangan kayu dan pembangunan di daerah gunung memang dilarang di Provinsi Yunnan karena sering dituduh sebagai penyebab banjir bandang selama ini.
Seorang pegawai di Departemen Kehutanan Fumin mengaku tak tahu alasan pengecatan gunung itu. "Ini perintah dari atas. Anda seharusnya bertanya kepada bos di atas sana," kata perempuan itu yang, seperti umumnya para birokrat Cina, menolak menyebutkan namanya.
l AP | ANANOVA | CITY TIMES | KURNIAWAN





