Demo Anti Australia Tuntut Tentara Kanguru Tinggalkan Timor Leste
Senin, 26 Februari 2007 | 13:38 WIB
TEMPO Interaktif, Dili:Sekitar 1.800 pengunjukrasa anti Australia berdemo menuntut tentara Internasional asal Australia segera meninggalkan Timor Leste, hari ini, di Dili. Mereka menolak keras perlakuan tentara Australia yang membunuh kedua pemuda, Jasinto Soares dan Antonio da Silva, (23/2) lalu, di Retunda "Monumen Lafatik", Komoro, Dili.
Massa melakukan pawai keliling kota Dili, dengan meneriakan, "Viva Timor Leste, viva pemuda, mari menuntut bersama mengusir tentara Australia." Sesuai pemantauan Tempo, massa keliling kota Dili berjalan kaki, yang dijaga ketat oleh sekitar puluhan Polisi PBB asal Portugal.
Menurut mereka, kehadiran tentara Internasional di Timor Leste bukan untuk menormalkan situasi, melainkan menciptakan problem dan punya kepentingan ekonomis.Kehadiran Negara Kanguru di Timor Leste itu hanya akan merampas kekayaan rakyat, khususnya minyak Laut Timor, bukan bemaksud datang membantu menormalkan situasi. Massa juga, ikut berduka cita terhadap kematian kedua temanya. Mereka ikut berpartisipasi dalam acara pemakaman tersebut, hari ini, di Metiaut, Dili.
"Kami minta Parlamen sebagai perwakilan rakyat jangan tidur, tetapi harus peduli terhadap tuntutan kami. Karena perlakukan tentara Australia sudah keterlaluan sampai membunuh," kata Koordinator demo anti Australia, Lito Rambo.
Mereka memberi waktu satu minggu kepada Pemerintah dan Parlamen untuk mengumumkna hasil investigasi dan hasil tuntutan itu. Jika tidak direspon secara positif, mereka akan melakukan aksi besar-besaran dalam waktu dekat ini.
Sesuai rencana, mereka akan kembali berdemo, Rabu ini, dengan tuntutan yang sama. Tentara Australia harus segara tinggalkan Timor Leste.
Mario Jose





