Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Demonstran Protes Bush di Meksiko
Rabu, 14 Maret 2007 | 20:44 WIB

TEMPO Interaktif, Merida: Ratusan demonstran hari ini berpawai ke Kedutaan Amerika Serikat di Merida, Negara Bagian Yucatan, Meksiko, untuk memprotes kunjungan Presiden Amerika George W. Bush ke negeri itu.

Para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi antihuru-hara yang mencoba meredakan mereka. Mereka merobohkan barikade dan melempari polisi dengan batu bata, potongan besi, petasan, dan menyemprotkan api.

Polisi Meksiko membalas dengan gas air mata, semburan merica, dan pentungan karet, melempar balik batu-batu serta memaksa para demonstran bertekuk lutut. Beberapa pemrotes ditahan dan 11 polisi terluka.

Para pengunjuk rasa juga membakar bendera Amerika yang dicoreti dengan gambar tengkorak. Mereka mengibarkan spanduk-spanduk dengan slogan menentang Bush, seperti "Bush, kamu tak disambut di Meksiko. Pergilah ke neraka".

"Kami tak setuju dengan kebijakan perangnya," kata Guadalupe Fernandez, perempuan perajin berusia 64 tahun, yang turut dalam unjuk rasa itu. "Bush kecewa karena Amerika Latin sedang bergerak ke kiri."

Para pemimpin kiri, di antaranya Presiden Venezuela Hugo Chavez, telah memenangi pemilihan umum di sejumlah negara Amerika Latin pada tahun-tahun belakangan ini. Kampanye mereka sering kali mengecam Amerika.

Sementara itu, sang sasaran demonstrasi sedang berada ratusan kilometer di sebelah tenggara Merida. Presiden Bush dan Presiden Meksiko Felipe Calderon berbincang-bincang sambil bertamasya di Piramida Penyihir dan reruntuhan peradaban bangsa Maya kuno lainnya.

Meksiko memprotes rencana Washington membangun tembok pemisah sepanjang 1.000 kilometer atau sekitar sepertiga dari panjang perbatasan kedua negara.

Tak ada keputusan nyata dari pertemuan kedua pemimpin. "Janji saya kepada Anda dan pemerintah Anda adalah bahwa saya akan bekerja sekeras mungkin yang saya bisa untuk membuat perubahan kebijakan imigrasi," kata Bush kepada Calderon.

l AP | AFP | BBC | IWANK


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Amerika Tambah 2.000 Tentara di Irak
Demokrat Berusaha Cabut Mandat Perang Irak
Cheney Peringatkan Pengembangan Militer Cina
PM Italia Romano Prodi Mundur
Pasukan Elite Iran Beraksi di Irak
Kongres Amerika Serikat Voting Kebijakan Perang Irak
Bush Bentuk Pengadilan Khusus Teroris
Regu Penyelamat Evakuasi Terjangan Tornado di Florida
Hillary Clinton Kecam Presiden Bush
Iran Siap Luncurkan Satelit
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk95532 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data