Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Calon Presiden Timor Setujui Etika Kampanye
Jum'at, 16 Maret 2007 | 21:51 WIB

TEMPO Interaktif, Dili: Delapan calon Presiden Timor Leste menyetujui 24 kode etik kampanye calon presiden dengan menandatanganinya pada hari ini di Hotel Timor, Dili, Timor Leste. Kampanye akan berlangsung dari 23 Maret hingga 6 April.

Pemilihan umum presiden akan berlangsung pada 9 April dan menjadi pemilihan langsung pertama sejak negeri itu menyatakan kemerdekaannya pada 2002.

Para calon itu adalah Perdana Menteri Jose Ramos Horta, Ketua Partai Fretilin Fransisco Guterres, Ketua Partai Asosiai Demokrat-Sosial Timor Fransisco Xavier do Amaral, Ketua Partai Sosial Timor Avelino Coelho, Ketua Partai KOTA (Asosiasi Pejuang Timor) Manuel Tilman, Ketua Partai Demokrat Fernando de Araujo, Ketua Partai Uni Demokrat Timor Joao Viegas Carrascalao, dan Wakil Ketua Partai Sosial Demokrat Lucia Lobato.

Penandatanganan itu disaksikan beberapa tokoh, seperti Presiden Timor Leste Xanana Gusmao, Ketua Pengadilan Tinggi Claudio Ximenes, perwakilan Kejaksaan Agung Ivo Valente, Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Atul Khare, perwakilan parlemen Jacob Fernandes, serta perwakilan gereja dan organisasi nonpemerintah.

Kode etik itu berisi, antara lain, bahwa setiap kandidat harus menghargai kebebasan pers, tak boleh mencemarkan nama baik orang lain, tak memfitnah, tak boleh menggunakan fasilitas negara, menghindari kekerasan, dan menjaga prinsip pemilihan umum yang langsung, umum, bebas dan rahasia.

Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum Faustino Cardozo, para kandidat yang melanggar kode etik itu akan diberi sanksi. Kasus mereka akan diajukan ke Kejaksaan Agung, kemudian jaksa akan mengajukan kasus itu ke Pengadilan Tinggi untuk diproses.

"Kode etik ini menuntut delapan kandidat untuk menghormati hasil pemilihan atau menolaknya melalui pengadilan yang sesuai," kata Atul Khare, wakil PBB yang turut menandatangani kode etik itu sebagai saksi.

JOSE SARITO AMARAL


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pasukan Internasional Terus Memburu Reinado
Pendukung Reinado Kecam Tentara Internasional
Tak Ada Tambahan Pasukan di Perbatasan Indonesia-Timor Leste
Timor Leste Buka Pintu Perbatasan Darat
Tentara Australia Bunuh Pemuda Timor Leste
Pokja Celah Timor Protes Pakta Timor Leste- Australia
Xanana Coba Hubungi Kembali Alfredo
Dili Rusuh, 24 Mobil PBB Hancur
Mantan Menteri Dalam Negeri Timor Timur Diancam 32 Tahun Penjara
Beras Langka, Mobil Pemerintah Dibakar
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk95710 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data