|
Bekas Wakil Presiden Irak Digantung
Selasa, 20 Maret 2007 | 18:13 WIB
TEMPO Interaktif, Bagdad: Pemerintah Irak telah menghukum gantung hingga tewas Taha Yassin Ramadan, bekas wakil presiden era Saddam Hussein, di Bagdad, Irak, menjelang subuh tadi. Ini bertepatan dengan peringatan empat tahun invasi pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat ke Irak.
Ramadan dinyatakan telah melakukan kejahatan melawan kemanusiaan karena terlibat pembunuhan 148 muslim Syiah pada 1982 di Kota Dujail, Irak. Dia menjadi tokoh rezim Saddam keempat, termasuk Saddam, yang dieksekusi dalam kasus itu.
"Eksekusinya berjalan lancar, tanpa kekerasan," kata Bassem Ridha, penasihat senior Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki, tanpa mengungkapkan lokasi eksekusi.
Ketika kaum muslim Syiah berupaya membunuh Saddam di Kota Dujail pada 1982, Tentara Rakyat yang dibentuk Ramadan diduga telah mengepung dan menahan 148 orang Syiah. Semua yang ditahan itu raib hingga kini.
Ramadan ditangkap pejuang Kurdi di Mosul pada 2003, sekitar empat bulan setelah rezim Saddam jatuh. Dalam persidangan Februari lalu, Ramadan membantah bahwa dirinya bersalah. "Semoga Tuhan membalas setiap orang yang menyeretku ke ketidakadilan ini," katanya.
l AFP | AP | BBC | KURNIAWAN
INDEKS BERITA LAINNYA :
|