Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Amerika Menimbang Traktat Tak-Menyerang ASEAN
Kamis, 22 Maret 2007 | 18:46 WIB

TEMPO Interaktif, Washington: Amerika Serikat adalah satu-satunya negara kuat di dunia yang menolak menandatangani traktat tak-menyerang Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Para ahli menyatakan Washington tengah menimbang untuk mengubah sikapnya itu guna memperkuat pengaruhnya di Asia.

Traktat Persahabatan dan Kerja Sama itu melarang setiap penandatangannya menggunakan kekerasan dalam konflik-konflik yang mungkin muncul di kawasan negara anggota ASEAN.

Australia, Cina, dan Rusia telah meratifikasinya tahun lalu. Adapun Uni Eropa mulai ikut serta pada Januari lalu, dengan Prancis sebagai pelopornya.

Washington, yang hubungan diplomatiknya dengan ASEAN telah berusia 30 tahun, menolak bergabung. Alasannya beragam, dari kekhawatiran akan membatasi gerakan pasukan Amerika hingga masalah hak-hak asasi manusia di negara anggota ASEAN, seperti Myanmar.

Namun, belakangan ini arah angin mulai berbalik. Pemerintah Presiden Amerika George W. Bush dan Kongres tampak mengambil langkah yang lebih proaktif.

"Kami sedang mempelajari beragam masalah hukum dan kebijakan yang terkait dengan kemungkinan Amerika menandatangani traktat itu," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri Amerika yang tak bersedia mengungkapkan jati dirinya.

Para ahli melihat langkah ini jauh lebih maju ketimbang setahun lalu. Alasan utamanya adalah adanya peluang keikutsertaan Amerika dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur yang digelar setiap tahun oleh ASEAN dan diikuti 10 negara anggota ASEAN, Cina, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, dan Selandia Baru. Setiap negara peserta wajib menandatangani traktat tak-menyerang itu.

l AFP | THE GUARDIAN | IWANK

Dari Arsip Majalah TEMPO
Petualangan ASEAN | 13 Desember 2004
ASEAN: Setelah Perhelatan di Vientiane | 06 Desember 2004
Menutup 'Semangat Asean' | 11 Oktober 2004
Bisnis Sepekan  | 15 Desember 2003
ASEAN, Tujuh Belas Tahun dari Sekarang  | 13 Oktober 2003
Sebuah Pasar Bermata Dua  | 13 Oktober 2003
Juru Runding Suu Kyi  | 22 September 2003
Suu Kyi dan Masa Depan ASEAN  | 23 Juni 2003
'Perdana Menteri' Sein Win | 09 Juni 2003
Gencatan Senjata MILF  | 02 Juni 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bekas Wakil Presiden Irak Digantung
Puluhan Ribu Orang Besok Berdemo di Washington
Demonstran Protes Bush di Meksiko
Asean Bangun ICT Jaringan Teknologi Informasi Pendidikan
Amerika Tambah 2.000 Tentara di Irak
Demokrat Berusaha Cabut Mandat Perang Irak
Cheney Peringatkan Pengembangan Militer Cina
PM Italia Romano Prodi Mundur
Pasukan Elite Iran Beraksi di Irak
Kongres Amerika Serikat Voting Kebijakan Perang Irak
> selengkapnya...

Website

The ASEAN Secretariat

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk96117 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data