|
Enggan Minta Maaf, Ahmadinejad Sebut Blair Sombong
Minggu, 01 April 2007 | 09:11 WIB
TEMPO Interaktif, London:
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengecam Perdana Menteri Inggris Tony Blair sebagai orang angkuh karena enggan meminta maaf atas pelanggaran wilayah yang dilakukan 15 marinir mereka. Pernyataan keras ini makin memanaskan hubungan Iran - Inggris setelah Iran menyandera 15 marinir Inggris tanggal 23 Maret lalu. Inilah kronlogi krisis tersebut sampai Sabtu (Minggu pagi hari ini waktu Indonesia).
31 Maret
Terry Waite, warga Inggris yang pernah disandera kelompok Jihad Islam Beirut tahun 1987 dan baru bebas 4 tahun kemudian menawarkan diri sebagai negosiator pembebasan 15 marinir Inggris yang ditawan Iran.
Dari tempat peristirahatan Camp David, Presiden Amerika Serikat George Bush menyebut penyanderaan itu sebagai tindakan yang tidak termaafkan.
30 Maret
Televisi Iran Al-Alam menayangkan wawancara dengan Nathan Summers, salah satu marinir Inggris yang disandera. Summers menyatakan minta maaf karena telah melanggar masuk perairan Iran.
29 Maret
Dewan Keamanan PBB meminta Iran mengijinkan utusan pemerintah Inggris menjenguk para sandera. Iran menolak. Pada hari yang sama, televisi Al-Alam menayangkan gambar para marinir yang disandera dalam keadaan sehat.
28 Maret
Televisi Al-Alam menayangkan wawancara dengan Faye Turney, satu-satunya marinir perempuan Inggris yang disandera. Faye mengaku diperlakukan baik dan bersahabat selama dalam penyekapan. Menteri Luar Negeri Iran Mottaki menyebut Turney akan dibebaskan dalam dua hari.
27 Maret
PM Inggris Tony Blair menyatakan ke-15 marinir Inggris itu ada di wilayah Irak, bukan perairan Iran, saat ditangkap. Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Inggris Margaret Beckett meminta pemerintah Iran segera membebaskan para sandera.
26 Maret
Iran membantah dugaan bahwa penyanderaan itu dilakukan sebagai tebusan agar warga Iran yang ditawan Amerika di Irak dibebaskan.
25 Maret
Kelompok garis keras Iran menuntut agar ke-15 marinir itu diadili. Hari ini, untuk pertama kalinya PM Inggris Tony Blair memberi pernyataan atas krisis tersebut. Blair menyatakan insiden ini "serius", "tidak adil, dan salah".
24 Maret
Iran mengklaim bahwa para marinir yang disandera telah mengakui mereka melanggar masuk perairan Iran. Di London, pejabat senior kementerian luar negeri Inggris bertemu duta besar Iran untuk Inggris, meminta agar para sandera segera dibebaskan.
23 Maret
Iran menangkap ke-15 awak kapal patroli HMS Cornwall atas tuduhan masuk ke wilayah Iran. HMS Cornwall adalah kapal patroli Inggris yang bertugas di perairan Irak untuk mencegah masuknya penyelundupan senjata dan kelompok perlawanan ke Irak.
BBC,/b>
INDEKS BERITA LAINNYA :
|