|
Bush Paksa Iran Bebaskan Marinir Inggris
Minggu, 01 April 2007 | 09:37 WIB
TEMPO Interaktif, Camp David:
Presiden Amerika Serikat George W. Bush Jr. mengecam penangkapan tentara Angkatan Laut Kerajaan Inggris di perairan Iran. Dia berkeras agar Iran mengembalikan para tawanan secepatnya dan tanpa syarat.
"(Penangkapan) itu tidak dapat dimaafkan," kata Bush di tempat peristirahatan presiden di Camp David, Sabtu waktu setempat. Menurut dia, Iran telah melakukan penculikan. "Iran harus memulangkan para tawanan. Mereka tak bersalah."
Pernyataan ini adalah komentar terbuka pertama dari Bush terkait 15 tentara laut Inggris yang tertangkap. Washington sebelumnya mencoba melakukan pendekatan melalui pejabat pemerintah yang lebih rendah--untuk menghindarkan ketegangan dengan Iran yang bisa mengacaukan resolusi internasional--untuk mengganjal program pengayaan uranium tetangga Irak itu.
Ditanya soal reaksi militer bila yang tertangkap adalah warga Amerika Serikat, Bush enggan menjawab. Tapi, dia menyatakan mendukung langkah Tony Blair, Perdana Menteri Inggris, yang mengupayakan resolusi diplomatik untuk mengatasi krisis -- yang kini menginjak pekan kedua itu.
Bush juga enggan berkomentar tentang pilihan-pilihan Inggris bila Iran tidak melepaskan para tawanan. "Saya mendukung PM (Inggris) ketika dia menegaskan tidak ada pertukaran tawanan dengan Iran (no quid pro quos)," kata Bush. Beberapa warga Iran berada dalam tahanan di Irak.
Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad juga tak kalah keras dengan Bush. "Inggris memasuki perairan kami. Penjaga perbatasan kami mencegah mereka, dengan bakat dan keberanian," kata Ahmadinejad, seperti dikutip kantor berita Iran. Dia menuduh klaim sebaliknya diajukan oleh negara dengan "semangat sombong dan egois".
Inggris sendiri tampaknya melunak, menekankan keinginan untuk berbicara dengan Iran. "Saya pikir, semua orang menyesalkan ketegangan ini," kata Menteri Luar Negeri Inggris, Margaret Beckett, di Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa di Bremen, Jerman. "Kami menginginkan jalan keluar."
Iran, sebaliknya, enggan membuka dialog dengan Inggris. "Bukannya minta maaf terhadap pelanggaran perbatasan oleh pasukan Inggris, kekuatan sombong dunia mengeluarkan pernyataan dan pidato," kata Ahmadinejad dalam sebuah pidato publik di tenggara Iran.
Iran menangkap 15 pelaut Inggris 23 Maret lalu, saat unit Angkatan Laut Iran berpatroli mencari penyelundup di Shatt al-Arab, wilayah perairan di perbatasan yang sudah lama menjadi sengketa antara Irak dan Iran. Inggris berkeras para pelaut berada di perairan Irak.
Sebelumnya, Blair kecewa dengan rilis video para tawanan oleh Iran. Menurutnya, para tentara Inggris telah dimanipulasi dalam video itu. Dia memperingatkan, Iran akan makin terisolasi bila tawanan tidak dibebaskan.
AP/IBNU RUSYDI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|