Fretilin Tuntut Tentara Australia Minta Maaf
Minggu, 01 April 2007 | 21:34 WIB
TEMPO Interaktif, Dili: Partai Fretilin hari ini menuntut Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) asal Australia di Timor Leste meminta maaf karena memeriksa kandidat presiden Fransisco Guterres dari Fretilin secara brutal di Distrik Ermera, Sabtu lalu.
Menurut keterangan Sekretaris Jenderal Fretilin Mari Alkatiri kepada Tempo, pemeriksaan itu hingga memecahkan kaca mobil pengawal pribadi Guterres. Tentara curiga mereka membawa senjata ilegal saat berkampanye. "Fretilin tidak memiliki senjata ilegal, karena perang di Timor Leste sudah berakhir," kata Alkatiri.
Alkatiri juga meminta kepada Panglima ISF Brigadir Jenderal Mal Rerden untuk segera mohon maaf dan menceritakan secara rinci alasan-alasa pemeriksaan orang-orang Fretilin.
"Tindakan tentara itu telah membuat orang-orang Fretilin sakit hati," kata bekas Perdana Menteri Timor Leste itu. "Fretilin bukan ancaman bagi pasukan Australia."
JOSE SARITO AMARAL





