Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Ketua DPR Amerika Kunjungi Suriah
Selasa, 03 April 2007 | 13:17 WIB

TEMPO Interaktif, Damaskus: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat Nancy Pelosi akan berkunjung ke Suriah hari ini dan menjadi politikus Amerika tertinggi yang pernah berkunjung ke sana selama bertahun-tahun. Gedung Putih mengecam misi Pelosi yang dinilai merusak kebijakan Amerika itu.

"Kunjungan kami ke Suriah adalah sesuatu yang juga penting bagi Kelompok Studi Irak, yang mendorong diplomasi dan keikutsertaan semacam itu," kata pemimpin Partai Demokrat itu saat hendak meninggalkan Amman, Yordania, menuju Damaskus, Suriah.

Kelompok Studi Irak adalah aliansi Partai Demokrat dan Republik mengenai Irak yang tahun lalu menyarankan agar pemerintah Amerika merangkul musuh-musuhnya, Suriah dan Iran, untuk menenangkan situasi Irak.

Kunjungan Pelosi dan rombongannya disambut hangat di Damaskus, tapi Gedung Putih menilai Pelosi berisiko merusak upaya-upaya yang dipimpin Amerika untuk mengisolasi Presiden Suriah Bashar al-Assad.

"Langkah itu akan mengirim pesan yang salah bahwa pejabat papan atas Amerika pergi ke sana untuk mendapat kesempatan berfoto-foto yang kemudian Assad bisa eksploitasi," kata Dana Perino, juru bicara Gedung Putih, kepada wartawan di Washington, Amerika.

Pemerintah Amerika menuduh Suriah melindungi organisasi-organisasi teror dan menyokong para pemberontak di Irak. Washington juga menuding Damaskus mendukung Hamas dan milisi Hizbullah, dua kelompok yang dicap teroris oleh Amerika.

Kedutaan Besar Suriah di Washington mengelu-elukan kunjungan Pelosi itu sebagai "peristiwa penting" dan menunjukkan harapannya agar misi itu akan memperbaiki hubungan kedua negara yang sedang renggang itu.

Pelosi datang didampingi dua anggota Kongres yang punya hubungan khusus dengan Timur Tengah. Keith Ellison, muslim Amerika pertama yang duduk di Kongres, sempat mengunjungi Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada Ahad lalu.

"Berjalan di tempat dulu Nabi Muhammad berjalan dan berdoa adalah sangat menggetarkan dan spiritual," kata Ellison. "Itu mimpi yang jadi kenyataan."

Sedangkan Nick Rahall, seorang Demokrat, mengatakan kedua kakeknya berasal dari Libanon selatan dan beremigrasi ke Amerika. Dia berharap perdamaian terwujud di kawasan itu.

| AFP | AP | IWANK

Dari Arsip Majalah TEMPO
Nasib Palestina Setelah 17 Mei  | 17 Mei 1999
Momentum yang Hilang bagi Palestina  | 11 Mei 1999
Bom Waktu Timur Tengah  | 13 April 1999
Arafat Menembang Lagu Lama  | 26 Juli 2004
Saat Kami Bersentuhan dengan Kafiyehnya | 22 November 2004
Kepada Palestina, Kepada Zahwa | 22 November 2004
Negarawan atau Penginjil: Itu Soalnya! | 22 November 2004
Di Bawah Bayang-bayang Abu Amar | 15 November 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Amerika Menimbang Traktat Tak-Menyerang ASEAN
Bekas Wakil Presiden Irak Digantung
Puluhan Ribu Orang Besok Berdemo di Washington
Israel Ajukan Aneka Syarat ke Palestina
Demonstran Protes Bush di Meksiko
Amerika Tambah 2.000 Tentara di Irak
Iran Desak Hamas Tingkatkan Perlawanan Terhadap Israel
Hamas Cari Jaminan Dukungan Ke Rusia
Demokrat Berusaha Cabut Mandat Perang Irak
Cheney Peringatkan Pengembangan Militer Cina
> selengkapnya...

Referensi

Hari-Hari Penting Yasser Arafat

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk97007 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Djoko Suprapto Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit
Pemilu Dikhawatirkan Kurangi Setoran Pajak
Satu Korban Ryan Positif Orang Eropa
Pengusaha Sol Sepatu dan Petugas SPBU Ditangkap
Jenazah Ramses akan Dimakamkan

<< April,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data