Guterres-Horta Capres Terkuat

Kamis, 05 April 2007 | 03:22 WIB

TEMPO Interaktif, Dili:Capres Francisco Guterres (Fretilin) dan Jose Ramos Horta (independen) dipastikan akan bersaing ketat dalam perolehan suara Pemilu Presiden Timor Leste, 9 April mendatang.

Kepastian ini diperoleh dari jumlah massa pendukung kedua Capres selama melakukan kampanye di 13 distrik yang ada di Timor Leste.

"Jika suara kedua capres belum memenuhi kuota, bisa dipastikan kedua capres itu (Guterres-Horta, red.) akan mengikuti tahapan kampanye babak kedua," kata Julio Tomas Pinto, pengamat politik dan militer Timor Leste kepada TEMPO di Dili, Rabu (04/04).

Menurut Julio, pada kampanye babak kedua ini bisa dipastikan Ramos Horta meraup suara terbanyak. Pasalnya, suara para pendukung capres lainnya yang rata-rata berasal dari kalangan oposisi akan beralih ke Ramos Horta.

Saling Serang
Pada kampanye putaran terakhir, Rabu siang, masing-masing Capres terlibat saling serang. Francisco Guterres misalnya, dihadapan massa pendukungnnya secara terang-terangan menyatakan dukungannya kepada mantan Perdana Menteri Mari Alkatiri.

"Jika nanti saya jadi Presiden, saya akan memberikan dukungan penuh kepada camarada Mari Alkatiri untuk kembali menduduki kursi Perdana Menteri (PM) TL. Kursi PM yang sejak Juli 2006 diduduki Jose Ramos Horta itu karena paksaan. Bukan atas kemauan camarada Alaktiri," tegas Guterres yang disambut tepuk-sorak pendukungnya.

Ketua Umum Partai Fretilin itu bahkan berjanji, dirinya dan Mari Alkatiri akan memimpin negara itu hingga 50 tahun ke depan.

"Saya yakin akan menang dalam Pemilu Presiden 9 April mendatang. Bahkan, dalam Pemilu Parlemen mendatang, Fretilin akan menang mayoritas," tegas Guterres kepada TEMPO usai kampanye yang berlangsung di sirkuit motocross, Delta Comoro, Rabu.

Dia juga menuding sejumlah pemimpin Timor Leste telah melakukan kudeta terhadap Fretilin. "Krisis politik dan militer yang selama ini terjadi bukan kesalahan pemerintahan Fretilin yang dipimpin Mari Alkatiri. Hal itu dikarenakan tidak adanya kerjasama antara para pemimpin Timor Leste. Dan, memang ada pemimpin di Timor Leste yang menginginkan Fretilin hancur," katanya lagi.

Hal senada juga dipertegas Mari Alkatiri yang tampil sebagai juru kampanye untuk Francisco Guterres. Menurut Alkatiri, Guterres akan meraup kemenangan 90 persen, menyingkirkan 7 capres lainnya. "Fretilin akan tetap berkuasa hingga 50 tahun ke depan," tegasnya.

Mantan PM yang digantikan Ramos Horta itu meminta para pemimpin TL lainnya untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap dirinya. Menurut Alkatiri, dirinya masih mempunyai hak untuk kembali menjabat Perdana Menteri negara ini. Karena kursi PM pantas untuk dirinya. Xanana atau Horta, kata Alkatiri, sebaiknya tidur saja.

"Saya menyesal memberikan kursi PM kepada Horta. Saya kira Horta punya kapasitas lebih baik dari saya.Tetapi, justru sebaliknya Horta lebih buruk dari pemimpin lainnya dalam tubuh Fretilin," tegas Alkatiri.

Sementara itu, Capres Fernando Lasama de Araujo di hadapan massa pendukungnya berjanji, jika dirinya terpilih menjadi Presiden Timor Leste dia akan lebih memperhatikan persoalan kesejahteraan rakyat.

Persoalan hukum di negara itu, menurut Fernando, juga perlu mendapat perhatian khusus. "Selama ini, hukum di negara ini hanya berlaku untuk orang kecil. Tidak untuk orang kaya dan para penguasa. Para pejabat negara yang selama ini terlibat pembagian senjata kepada rakyat sipil, tidak diseret ke penjara. Sementara rakyat kecil yang hanya mencuri ayam, langsung dipenjara," tegas Lasama.

Dia juga berjanji akan berkampanye anti diskriminasi di negara ini. Termasuk melakukan konsolidasi dengan kepolisian dan F-FDTL agar tidak terjadi lagi penyalagunaan kedua institusi itu sebagai institusi partai.

Jose Sarito Amaral, Alexandre Assis (Dili)

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: