|
Teror Mewarnai Pemilu Timor Leste
Senin, 09 April 2007 | 16:07 WIB
TEMPO Interaktif, Dili: Pemilihan umum presiden pertama Timor Leste yang berjalan hari ini diwarnai ancaman, manipulasi, dan teror. Ancaman muncul di sela-sela pemilihan di tempat pemungutan suara (TPS) Distrik Covalima, barat daya Timor Leste, yang berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.
Para pendukung Fransisco Guterres, calon presiden dari Partai Fretilin, dilaporkan telah mengancam warga setempat agar memilih Guterres. Sejumlah tentara dan polisi Tmor Leste diduga terlibat dalam aksi ini.
"Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerima laporan dari pemantau pemilihan untuk Distrik Covalima bahwa ada teror atau ancaman dari pendukung Guterres agar memilih kandidatnya," kata Pastor Martino Gusmao, juru bicara KPU, di Dili.
Sedangkan di TPS Distrik Bobonaro, sebelah timur Covalima, terjadi manipulasi yang dilakukan Sekretaris Negara Sektor IV Lino Torizao. Torizao memaksa anggota KPU dan Sekretaris Teknik Pemilihan untuk membuka TPS baru. Tapi, anggota KPU dan Sekretaris Teknik menolaknya.
"Sekretaris Negara mengancam anggota KPU dan Sekretaris Teknik untuk membuka TPS baru, kalau tidak ia tidak akan bertangung jawab bila terjadi kekerasan," ungkap Martino.
Orang-orang yang melakukan ancaman itu telah ditangkap polisi.
Menurut Martino, hasil pemilihan sementara akan diumumkan besok setelah seluruh kotak suara dikirim ke Dili.
JOSE SARITO AMARAL
INDEKS BERITA LAINNYA :
|